twitter


10 september


Alhamdulillah.. setelah perjuangan panjang mendaki gunung, lewati lembah, membelah samudra selat sunda,  akhirnya buku antologiku SENARAI TARIAN IMAJI dan KETIKA CINTA MEMBIRU mendarat dengan selamat. Sempat janjian dengan abang kurir, hehe.. abisnya masak si abang nelpon

“……basa-basi….”
“alamatnya dimana ini mbak?”
“lho? dipaketnya nggak ada?” aku piker siapa tau aja paketnya kena hujan, dan alamatnya basah gitu.

“ada mbak, tapi ini jalannya dimana ya?”

Aku pun menjelaskan secara detail

“oh, jadi nanti setelah spbu ada SD, sebelah mana mbak?”
“sebelah kiri, liat aja plang nya.”
“tunggu di depan ya mbak”

Gubrak! Masa kurirnya minta tunggu, yaudah aku tunggu aja di depan SD, padahal lagi cari ide buat buka kedai canda di Aula WR, tapi demi buku melangkah dikit lah..

Sampai disana aku Tanya ke rumah penjaga sekolah

“Pak, ada paket untuk Icha?”
“nggak ada Ca, paket apa?”
“Buku Pak”

sedang berbincang,  datang  seorang cowok dengan motor khas ala kurir, si abang kurir mendekati tempat kami berdiri. Tanpa sempat ia bertanya aku langsung bilang kePedean “iya saya”

Si abang kurir pun menyuruhku menandatangani bukti kirim, entah karena grogi ketemu cewek yang belum mandi kayak aku, kertas bukti itu jadi sobek, ckck..  aku pun menandatangani kertas yang hampir terbelah dua.
setelah itu, abang kurir mengambil kertas bagian bawah untuknya, dan yang atas untukku, tapi lagi-lagi ketika si abang memisahkan nya, kertas bukti kirim itu robek lagi.
Bapak penjaga sekolah yang dari tadi menonton “kegrogian” abang kurir hanya tertawa melihat kami yang masing-masing memegang kertas bukti kirim yang sudah hancur..
Sedangkan Si abang kurir yang kepalang malu cepat-cepat menggas motornya…

ckckck.. pesona belum mandiku memang dahsyaatt…

hikmah : mandilah sebelum bertemu kurir…

0 Coment:

Posting Komentar