twitter


16 April 2012 : 20.00

Kakiku Tegang Semua

Setelah melaksanakan pendakian pada hari kemarin, kini kurasakan kakiku yang penuh dengan ketegangan yang luar biasa. Hal ini karena belum terbiasa dan sudah sangat jarang diriku mendaki gunung. Dan beginilah akibatnya, semua badan terasa pegal ditambah kakiku yang terasa pegal semua.

Untungnya dalam kondisi yang tidak mengasyikkan aku bisa berlibur. Karena memang hari ini siswa-siswiku sedang melaksanakan Ujian Nasional. Dan semua guru yang tidak kebagian jatah mengawas silang diliburkan. Sungguh bisa istirahat sambil menghilangkan kepegalan yang ada pada tubuhku.


BBHB : Saepullah Abu Zaza

15 April 2012 : 21.00 wib

Petualangan Menegangkan dan Mengasyikkan (2)


Ok.. akan saya lanjutkan ceritanya.

Karena kemarin masih berada di tenda di hamparan perkemahan Surya Kencana. Sekarang sudah berada di rumah. Ya,,, Alhamdulillah tepat pukul 20.06 sudah sampai di rumah dengan selamat sentausa mengantarkan diriku dalam gerbang kemenangan pendakian gunung gede. Uppss.., pembacaan UUD ya..??

Kemarin khan baru sampai di perkamahan, adn terasa lelah setelah mendirikan tenda. Akhirnya aku dan anggota tim segera masak dan bersiap untuk makan malam setelah shalat maghrib. ya wajar jika makan dalam kondisi penerangan yang tak cukup. Akhirnya aku pun tertidur.

Dalam kondisi malam yang dingini hujan mulai turun. Rintik-rintik.. berharap hujan tidak terlalu besar. Namun doaku ternyata tidak terkabulkan, karena Allah menurunkan hujan yang cukup besar. Hujannya terjadi pada pukul 23.30. Otomatis tenda yang kumiliki benjir karena hujan. Hal ini karena adanya rembesan dari air hujan yang memasuki tenda. Otomatis aku terjaga dari tidurku. Aku pun tertidur dengan kondisi sambil jongkok.

Menahan tidur dengan kondisi terjongkok memang sungguh sulit. Aku berdoa semoga hujan segera berhenti.

Selama sejam hujan terus berlangsung dan berhenti sekitar pukul 00.30. Aku pun segera membersihkan tempat tidurku dan melapisi tendaku dengan jas hujan setelah itu baru aku tidur kembali dengan menggunakan sleeping bed. Pengalaman yang tak dapat dilupakan. Dalam kondisi hujan tidur dengan kondisi bokongku yang basah. Dan terasa kering ketika sudah pagi hari.

Pagi hari jam lima aku dan yang lain bangun. Shalat shubuh, Almatsurat, dan mempersipakan sarapan pagi. Tak lupa sebuah bumbu unik yaitu menceritakan kejadian semalam dengan kondisi tenda yang banjir. Bukan hanya timku namun juga terjadi pada beberapa tim yang lain termasuk panitia.

Jam 8 akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke puncak gunung gede. Perjalanan berlangsung sekitar kurang lebih sejam. Melihat sebuah kawah yang tertutup kabut putih yang tebal, sehingga hanya terlihat putihnya saja. namun ada kalanya kabut menghilang dan bisa melihat betapa indah penciptaan Allah dengan kawahnya yang unik. Subhanallah..

Setelah itu aku dan sahabat yang lain memulai untuk melakukan penurunan Guunung gede.

Penurunan guunung gede, kami berusaha untuk tidak banyak melakukan istirahat karena persediaan makanan dan minuman berenergi yang sedikit. Kami berjalan dengan pemberhentian hanya lima sampai tujuh kali. Berbeda jauh dengan saat pendakian yang bekisar 10 kali. Sampai di bawah kembali (yaitu pada jalur berbeda saat pendakian) di Cibodas jam 15.30. Melaksanakan shalat, istirahat dan segera mencari rumah makan karena harus berenergi kembali. Sungguh luar biasa pendakian gunung gede ini memberikan nilai ukhuwah yang tinggi, mulai dari mengenal, memahami serta saling mendahulukan teman. Subhanallah nilai yang tak terkira.

Ok sobat semua itu saja dulu ya..


BBHB : Saepullah Abu Zaza

14 April 2012 : 17.00 wib

Petualangan Menegangkan dan Mengasyikkan (1)



Ok, sobat semua.. kali ini adalah sebuah pengalaman terbaru dalam pendakian gunung gede, cianjur. Mulai dari keberangkatan, pendakian, berkemah hingga penurunan gunung gede.
Yuppss, aku akan menderitakannya dalam kesempatan kali ini.

Keberangkatan dimulai jumat malam pada pukul 22.00 wib. Keberangkatan bersama beberapa sahabat lalin yang berjumlah kurang lebih 125 an orang (yang terbagi menjadi 19 tim peserta dan 1 tim panitia) dari pemda Bogor. Keberangkatan dimulai dengan menaiki 5 buah truk militer milik TNI-AD menuju titik lereng gunung gede. Semuanya dibagi untuk menaiki 5 buah truk tersebut. Aku berada pada posisi truk bernomorkan empat.

Perjalanan sungguh indah dimulai dengan memasuki tol jagorawi hingga keluar tol ciawi. Tiba-tiba truk yang kunaiki mengalami kemogokan karena mesinnya terlalu kepanasan. Terpaksa truk berhenti dan diperbaiki hingga 15 menit berlalu. Setelah itu perjalanan dilanjutkan.

Perjalanan melewati puncak. Melewati pemandangan yang tak biasa, berderet wanita dengan gaya eksotris pada pinggiran jalan sepanjang puncak. Ternyata pada malam-malam pertengahan mulai ada segerombolan wanita. Awalnya kupikir hanyalah sebuah cerita belaka dari orang, namun benar adanya kenyataan tersebut. Meskipun terdapat sebuah masjid fenomenal yang diberi nama taawun (yang berarti orang bertakwa), namun masih ada saja tindakan tak mengenakan disini. Ironis ...

Perjalanan berlangsung hingga menuju titik pemberhentian untuk memulai pendakian. aku dan sahabat yang lainnya sampai pada pukul 00.30 wib. Aku turun dan menyusuri tempat untuk berkemah yang berjarak 200 meter . Direncanakan pendakian akan dimulai keesokan hari pada pukul 08.00 wib.

Sesampai di tempat peristirahatan untuk berkemah aku dan yang lain segera mendirikan tenda. Menggelar sleeping bed yang kubawa dan bersiap untuk istirahat yang cukup untuk memulai pendakian pada pukul 08.00 wib.

Selamat tidur.. ZZZZzzzzzzzz....................

Pukul 5 pagi hari Sabtu aku dan yang lain telah bangun. Memulai dengan shalat shubuh berjamaah, dzikir alma'tsurat, dan memasak air hangat untuk sedikit menghangatkan tubuh serta bersiap untuk sarapan pagi sebagai bekal energi dalam pendakian.

Pukul 8 akhirnya aku dan sahabat yang lainnya memulai untuk pendakian gunung gede. masing-masing tim membagi peran kepada anggotanya untuk membawa barang yang ada. Dalam timku, aku kebagian untuk dalam membawa tenda serta tak lupa ransel milikku.

Dalam perjalanan kulihat pula ada sebuah keluarga yang ikut pula dalam pendakian. Membawa istri, serta anak-anaknya. Dalam perjalanan yang lain aku pun melihat keluarga yang membawa serta anggota keluarga yang paling tua yang kutaksir berumur kepala lima.

Perjalanan dalam ketertatihan memang sunggu lelah. Dalam perjalanan pun aku dan timku beristirahat kira-kira pukul 13.30. Karena salah seorang anggota tim sudah pusing. Mungkin dampak akibat memiliki sakit mag yang seharusnya sudah makan. Setelah makan kami masih beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan hingga puncak.

Sampai di puncak kira-kira pukul 16.00. Uppss, maaf belum sampai puncak ding.., namun sekitar satu jam perjalanan baru akan sampai puncak. Karena kalau sampai di puncak tak ada tempat untuk membuat tenda. Kami pun segera mendirikan tenda. Karena cuacanya akan melihatkan hujan dan kabut yang tebal. Memang dalam pendakian sudah melihatkan kabut putih sehingga mata sulit untuk melihat kejauhan.

Ok. Itu dulu berita yang kulaporkan ya.. Besok akan kulanjutkan kembali ceritanya.