twitter

Tampilkan postingan dengan label Tri Lego. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tri Lego. Tampilkan semua postingan

Apa yang telah kita persiapakan untuk malam pertama? jika saatnya tiba malam pertama itu pasti akan datang. Sepenggal kisah dalam hidupku hari ini, selepas sholat magrib berjamaah di ruang Microsoft sambil menunggu sholat isya saya berbincang-bincang tentang takdir dan pernikahan, dalam sebuah ruangan yang dingin kami berbagi cara pandang akan dua hal ini, bagaimana kita memandang sebuah takdir termasuk kematian dan bagaimana kita memandang jodoh dalam kerangka takdir serta pernikahan dalam kaitannya dengan segala kekurangan yang ada.


        Saya bercerita tentang kisah sahabat 'Ali r.a dan beliau menceritakan kisah nyata di sekitar kami. Hingga akhirnya saya mengerti bahwa segala kekurangan itu bukan sebuah hal yang harus menghalangi kita melaksanakan sebuah pernikahan. Dalam kalimat terakhirnya sebelum kita sholat isya, beliau menyampaikan sebuah kalimat "jika rezeki itu dihitung dengan kalkulator, ya gak akan pernah cukup. orang tua kita juga gitu pasti merasa kekurangan", kemudian kami melaksanakan sholat isya lalu tilawah.


      Sekitar 30 menit kemudian saya pamit pulang karena udara malam ini agak dingin, kebetulan gak bawa jaket dan harus cari makan malam dulu karena perut mulai terasa perih. Sekitar 45 menit kemudian alhamdulillah sampai juga di kosan, saat itu yang ada di fikiran ini adalah ingin segera makan karena rasanya lambung mulai kembung. Satu sendok pertama alhamdulillah menjadi rezeki malam ini, satu sendok berikutnya alhamdulillah menjadi bukti janji Allah SWT yang tidak akan membiarkan hambanya kelaparan, berlanjut ke rezeki-rezeki berikutnya yang secara teratur masuk kedalam lambung melalui mulut ini.

      Setelah selesai semua Alhamdulillah, langsung buka laptop sambil mempersiapkan untuk tidur, masih teringat tentang perbincangan tadi tentang pernikahan, hm pernikahan yang penuh keutamaan amal-amal yang hanya bisa didapatkan oleh orang yang sudah menikah saja, hm... kapan ya malam pertama itu datang? sungguh penuh misteri.

       Sambil menunggu laptop start up, tiba-tiba perut ini perih tersentak, perihnya sampai membuat nafas ini sesak dan jasad ini lemas tak mampu lagi duduk. Maag ini kambuh, dan ini adalah yang paling perih yang pernah saya rasakan, untuk menulis sms saja cukup sulit rasanya. Perih..perih sekali, jasad ini semakin lemah dan mulai kesemutan, dan kaki sebelah kanan mulai mati rasa. jika teringat perbincangan itu, sepertinya saat inilah aku harus berpisah dengan dunia yang fana. Mencoba meminta bantuan kepada teman-teman di kosan, akan tetapi sepertinya mereka ada kesibukan masing-masing dan rupanya Allah SWT mengajarkan kepadaku bahwa tak ada seorangpun yang bisa membantumu di saat harus berpisah dari dunia ini.

Mencoba berdiri dan menghampiri mereka untuk membeli obat, tapi waktu sudah lebih dari jam 21:00 WIB semua warung terdekat sudah tutup, sepertinya Allah SWT mengajariku bahwa tidak ada satu obatpun di dunia ini yang bisa menyelamatkanmu dari kematian. Saya putuskan untuk kembali masuk kamar dan menutup pintu, karena suara di luar cukup mengganggu diri ini. Mencoba berjuang melawan semua ini seolah hanya membuat jasad ini semakin lemah, Allah SWT kembali mengajari ku bahwa. AKUlah Yang Maha Kuat dan engkau manusia yang amat sangat lemah.

Kaki kanan telah mati rasa, sedangkan yang lainya masih kesemutan. Secara teori kesemutan berarti aliran darah tidak lancar, dan jika kesemutan seluruh badan bisa jadi detak jantung mulai melemah. Kini diri ini sendirian di kamar, sesak ini membuat mulut ini tak bisa menutup karena harus bernafas lewat mulut, dan mulutlah jalan keluarnya ruh.


 Diri ini tak bisa lagi memanggil teman-teman di sana, karena pintu yang ditutup dan suara di luar sana lebih keras dari rintihan ini, hanya lewat sms saja diri ini bisa berkomunikasi, tapi entah mengapa tidak terfikir untuk mengirim sms kepada teman-teman di kosan, hanya seseoranga di ujung sana yang bisa di hubungi, dan kepadanya diri ini meminta sebuah do'a, beberapa kali dia menelepon wajar saja jika seorang teman merasa khawatir jika mendapatkan kabar akan kondisi temannya yang sedang terbaring lemah, tapi diri ini hanya ingin mengucapkan syahadat karena salah satu keutamaan orang yang sebelum meninggal mengucapkan syahadat maka dia akan masuk Syurga. Dua kalimat syahadat tak mampu lagi saya ucapkan dan hanya bisa memyebut nama Allah. Rasa perih di perut tak lagi terasa. Kaki sebelah kiri dan kanan tak lagi mati rasa, tapi tak bisa digerakan,kaku seperti kayu. Tangan sudah mulai mati rasa tak lagi bisa merasakan benda-benda di sekitar dan nafas semakin sesak. Sementara di bagian muka masih bisa saya rasakan kesemutan yang luar biasa yang mengakibatkan pandangan ini kabur, diri ini hanya bisa menangis dan terus menyebut nama Allah. Jika memang ini adalah malam terakhirku di dunia semoga aku masih bisa memujaMU dalam nafas terahirku, aku pasrah Ya Rabb. Diri ini benar-benar pasrah, dan dalam kepasrahan itu ku menemukan sebuah ketenangan dalam hati ini dan ku biarkan bibir ini terus menyebut nama Allah. Hingga mata ini tertutup membuat pandangan menjadi gelap gulita.


        Entah apa yang terjadi tiba-tiba di saya terbangun karena hp di samping kanan terasa bergetar, mata ini mulai terbuka, memandang seseorang yang masuk kedalam kamar. Teman kosan yang kebetulan ada perlu di kamar tersebut mendapati diri yang lemah ini. Hingga kemudian dia memberikan minum dan beberapa perawatan lain. Ya Allah Engkau telah menunda malam pertamaku di liang lahat. Engkau bangunkan kembali aku dari lemahku, Alhamdulillah. Atas kesempatan ini yang telah Engkau berikan, Izinkan aku memperberat timbangan amalku Ya Rabb.


        Untuk sahabatku, Dida terimakasih atas do'anya. Saat menulis kisah ini kaki sebelah kanan masih terasa kesemutan, tapi inilah kisah yang ingin saya bagikan kepada kalian semua, orang-orang yang telah hadir dalam kehidupan ini. Cukuplah diri ini yang mendapatkan ujian seperti ini, dan kita semua mengambil hikmahnya. Kita siapkan diri ini untuk malam pertama kita yang tak pernah tahu akan akan datang. Dan atas segala salah dak khilaf yang pernah diri ini lakukan, dengan segala kerendahan hati mohon diikhlaskan.


    Semoga kita tak hanya di pertemukan di dunia, tapi juga di SyurgaNYa... amin
(Bandar Lampung 21-10-09 00:43 WIB) Fityan Firdaus

#Catatan ini saya copas dari note seorang sahabat, yang kini telah menemui perjalanan 'pulang' ke pada Sang Pencipta.  Semoga dengan blogger sekalian membaca catatan ini, serta bisa ikut menjadikan catatan ini sebagai bahan renungan bagi kita, semoga bisa memperberat timbangan amal almarhum dan menjadi amal jariyah almarhum  Fityan Firdaus

Alahummagfirlaha warhamha wa'afihi wa'fuanha.


Silaturahim : Memperpanjang Umur, Mempermudah Rizki, Menambah Wawasan dengan Shariing dan Diskusi

            Hari Silaturahim. Itulah yang saya lakukan sepanjang hari ini. Awalnya, saya hanya akan melakukan kopdar dengan anggota IIDN Lampung - Ibu-ibu Doyan Nulis Wilayah Lampung-sesuai dengan ‘janjian’ yang sudah disepakati di group. Dan itu memang sudah menjadi list agenda saya minggu ini. Tapi, tiba-tiba, ketika pagi tadi masih asyik fban, si Candra Cahyani Gani -temen saya, posting di dinding saya, kalau dirinya sedang berada di rumah salah satu sahabat kami berdua- Mei Dianita Awalnya sempat bingung, bukannya kemaren Candra bilang kalau dirinya full hari ini, tapi ternyata agendanya hari ini dipending!. Hoorayyy!, saya ikut kesenengan, nah lo, malah seneng. Hehe. Maka jadilah saya buru-buru mandi dan siap-siap untuk bisa menyusul silaturahim kesana (maksudnya nunggu dijemput Candra :D ).

            Sudah setahun rupanya saya tak bertemu lagi dengan Memey. Dan ini adalah pertemuan pertama lagi saya dengan dirinya, sejak dirinya pulang belajar dari negeri paman sam. Rindu sekali rasanya, menantikan perjumpaan kembali dengan dirinya. Sahabat yang cerdas, santun dan lemah lembut.
            Memey yang sekarang, masih sama dengan Memey yang dulu saya kenal. Tetap lemah lembut, santun, dan bersahaja. Dan hari ini, Memey terlihat sangat anggun dan menawan. Efek pengantin baru mungkin ya, jadi aura inner beautynya begitu terpancar. Hehehe.
            Tadi, ketika baru sampai di rumah Memey (Mei dianita, red), saya jadi agak kikuk, karena di sana lagi ada suami Memey, bang Heri. Tapi, lama-lama, akhirnya enak plus asyik pula beliau. Ngobrol punya obrol, ternyata sebelumnya saya sudah pernah bertemu dengan beliau. Haha, dan malunya saya, ternyata malah beliau yang inget duluan dengan saya, sewaktu ada agenda ONOFF beberapa waktu di UBL Darmajaya. Beliaulah yang menegur saya, ketika saya sedang mengisi lembar registrasi peserta. Oalah, ternyata beliau toh suami sahabat saya :D
            Di rumah Memey, saya lebih kalem plus banyak diam. Nah, emang ciri khas saya, seperti yang kita semua tahu, kan saya memang cool dan calm. ^_* , jadi saya cukup manggut-manggut dan jadi pendengar yang baik, ketika Candra dan Bang Heri, terlibat diskusi serius bahas ‘gerakan bawah tanah’ . Nah lo, gerakan macam apa tu? Eaaaa. Auk Ah Gelap :) . Intinya di sana, saya dapat sekali banyak masukan dan pencerahan dari obrolan selama kurang lebih satu jam di sana. Bagaimana kita menciptakan momentum, bukan menunggu momentum itu datang. Catet!, ini salah satu point tadi, yang cukup serius dibahas. (Yang bahas si sebenernya cuma Candra ama bang Heri, kalau saya dan Memey, cukup jadi pendengar setia, plus tukang manggut-manggut, sambil asik nyambi Fban, eaaaaaaaaaaaa!!! ^__* ).

            Dan saya, hanya bisa kagum dan salud dengan track record suami Memey selama ini. Barokallah ya Mei, punya suami yang luar biasa rekam jejaknya selama ini.


            Dan akhirnya, kebersamaan di rumah Memey harus segera berakhir. Saya dan Chandra, harus segera melanjutkan agenda silaturahim selanjutnya. Ke rumah mas Arief, baru kemudian ke agenda utama (baca : kopdar IIDN).

            Tapiiii, ternyata, rencana silaturahim ke rumah mas Arief kudu dipending. Karena, mbak Ngesti-Istri mas Arief yang mau kami temuin, baru saja pergi beberapa saat lalu sebelum kami datang. (Resiko nggak janjian, jadi ditinggal duluan deeeh). Wis, karena mbak Ngesti tak ada, maka, Saya dan Candra, segera meluncur ke Purnawirawan tujuh- untuk kopdar IIDN. Sempet nyasar beberapa saat, sampai udah bolak balik, akhirnya nemu juga Purnawirawan 7. Karena liat dedek Faris udah nongol di sebelah warung- seperti yang di smskan mbak Naqy, maka, kami berdua langsung muterin motor cekidot ke rumah mbak
Naqiyyah Syam.




            Jarkoman kopdar jam 13:00 wib, belum ada yang nongol di rumah bu korwil. Jadilah, kami bertiga- saya, Candra dan mbak Naqy, sepakat untuk mulai duluan. (Makan siang maksudnya, hehehe). Barulah 45 menit selanjutnya, mbak Tuti Sitanggang dan Mbak Dian Kartika alias mbak  Hoshi Yuugata akhirnya sampai juga.




            Setelah saling sharing tentang penerbitan buku, dan ngobrol ngalor ngidul plus asyik makan kacang garing :D,  akhirnya obrolan IIDN berakhir dengan satu kesepakatan membuat proyek kecil-kecilan untuk mengibarkan bendera IIDN Lampung (bukan ngibarin bendera buat upacara yaaa, kesaktian pancasila udah lewat soalnya :D ). Ya, kami sepakat untuk membuat antologi dengan tema yang sudah disepakati. Hanya untuk anggota resmi IIDN Lampung :) . Yang pengen tahu, segera aja ya gabung di groupnya IIDN Lampung, khusus untuk Ibu-Ibu maupun calon Ibu yang doyan nulis. Buat bapak-bapak, maaf banget kali ini ya.

            Dan sebelum mengakhiri agenda kopdar, rasanya kurang afdol kalau tidak ada dokumentasi. Dan jeprat-jepret ala Ibu-Ibu pun tak bisa dihindarkan. Hehe.

            Jeprat-jepret selesai, dan kami harus berpamitan pulang.

            Hari silaturahim yang sangat menyenangkan. Dua hal yang saya catat di silaturahim kali ini. “Jangan menunggu momentum itu datang, tapi ciptakanlah momentum itu!” sesuai pesan bang Heri, dan “buat target dan list menulis”, sesuai pesan bu korwil. Oke deeeh! Siap, laksanakan!
NB : yang nggak dateng kopdar pokoknya nyesel deh ^_^


Al Barokah, hari kedua di bulan Oktober 2011
10:00 pm
(efek masih keinget kopdar, pengen nulis curcolnya deh,hehe)


~Tri Lego Indah F N~
 
Ketika rasa menyayangi mulai tumbuh,
 ketika saling pengertian mulai tercipta,
 ketika kami mulai saling memahami, tapi waktu kini membatasi.
Aku harus pergi, meninggalkan cinta yang mulai menelungsup di hati terdalamku.
Cintaku padamu membuatku tak ingin pergi, tapi sang waktu, memaksaku untuk pergi
***
            Senin pagi yang cerah, namun hatiku mendung. Duapuluh enam september, hari yang akan menjadi kenangan, bagiku dan anak-anakku. Hari ini, adalah hari terakhir pengabdianku di SMP N1 Tuba udik, setelah 3 bulan lalu, aku melaksanakan praktek pengalaman lapangan di sini.  
            Suasana haru tak dapat ku bendung. Selepas upacara bendera, aku bersama ke 9 rekan sesama peserta PPL, menggelar perpisahan dengan anak didik kami. Suasana begitu syahdu. Kami larut dalam haru. Terlebih ketika instrument do’a dari Hadad Alwi, mengiringi jabat tangan kami dengan para murid. Oh Robbi..., aku tak sanggup menahan buliran bening di pelupuk mataku.
            Satu jam pelajaran yang diberikan pihak sekolah kepada kami rasanya tak cukup menghentikan keharuan ini. Ketika aku akan kembali ke ruangan tempatku dan ke 9 teman ppl berkumpul, anak-anak muridku semua mengikutiku. Mereka menubrukku, dan rengkuh dalam pelukanku. Ku lihat, ketulusan terpancar di mata mereka. Ya Robbi..., aku kembali diliputi rasa haru.
            Sengaja aku meminta 15 menit, untuk aku bisa berkumpul bersama mereka. Ku bawa mereka duduk bersamaku, di pelataran halaman sekolah. Aku duduk melingkar bersama mereka. Ku sampaikan segala pesanku dan kesanku terhadap mereka. Pun mereka juga mengungkapkan rasa tak ingin kehilanganku. Akupun benar-benar tak ingin pergi.
            Lima belas menit, berlalu begitu cepat. Anak-anakku harus kembali ke kelas. Sebelum kembali, mereka menyelipkan surat cinta mereka di genggaman tanganku. Dan memberiku kotak berbungkus kertas kado warna biru, “kenangan-kenangan untuk bu Tri Lego”, kata mereka kompak memberitahuku.
**
            Hapeku terus bergetar. Sms dari anak-anak didikku. Sore ini, mereka ingin berkunjung ke basecampku. Meskipun aku tengah disibukkan dengan administrasi yang harus segera ku beresi, namun aku mengiyakan sms mereka. Pukul 16:00-17:00, murid-muridku (kelas 7 dan 8) bergantian datang. Sejenak, aku meninggalkan aktifitasku mengurusi berkas-berkas administrasi yang harus ku selesaikan. Hari ini, adalah hari terakhir aku bertatap muka dengan mereka. Aku tak ingin mereka kecewa denganku. Aku, menyambut kedatangan murid-muridku, dan melayani ingin mereka. Bak selebritis, mereka meminta tanda tangan, foto bersama dan memberiku kado. Menjelang magrib, mereka berpamitan untuk kembali ke rumah masing-masing.
***
            Oh anakku, aku tak tahu lagi harus berkata apa. Yang jelas, cinta kalian kepadaku, sama besarnya cintaku kepada kalian. Aku tulus menyayangi kalian, seperti ku lihat ketulusan di binar mata kalian. Terima kasih atas kado dan surat cinta yang kalian berikan untukku. Juga do’a-do’a tulus dan pengharapan kalian untukku. Terima kasih atas segalanya. Akupun selalu mendo’akan keberhasilan kalian. Semoga kalian berhasil meraih mimpi, seperti mimpi yang pernah kalian sampaikan kepadaku. Semoga kelak, Tuhan mengizinkan kita bertemu kembali. Aamiin..
Suara Hatiku untuk Kalian anak-anakku:
Dulu, aku enggan.
Enggan bersama kalian.
Kalian yang tak jua paham, yang tak jua mengerti.
Membuat aku enggan.
Enggan bersama kalian.
Dulu, aku bingung.
Bagaimana membuat kalian paham, membuat kalian mengerti.
Kini, ketika kalian mulai paham, kalian mulai mengerti.
Aku mulai tak enggan.
Aku mulai tak bingung.
Tapi kini, waktu yang enggan berkompromi dengan kita.
Kita harus berpisah saat ini.
Aku tahu kalian enggan.
Pun, aku juga enggan.
Berpisah dengan kalian.
Aku, tak ingin pergi!
Tapi, aku harus pergi!
Margakencana, 26 September 2011
Pukul 11:11 pm
(hari terakhir di tempat pengabdian)


   Fisika-Biologi (7D-8E)
                                                       ~Tri Lego Indah F N~

Pelajaran : IPA Fisika kelas :7D pukul : 08-08:45 wib

            Sebagaimana dijadwalkan, selepas senam pagi hari Jum’at, aku kebagian mengajar IPA Fisika di kelas VII D. Kali ini pembahasan sebenarnya sudah rampung. Namun, aku sengaja mengulas kembali materi selama 15 menit, dan kemudian memberikan latihan soal kepada anak didikku.

            Hari ini, aku sangat bahagia, anak-anak begitu respon dengan materi yang ku bahas hari ini. Pun mereka berebut menyelesaikan soal yang ku berikan. Sambil menunggu penyelesaian yang ditulis anak didikku di white board, sengaja aku berkeliling di dalam kelas. Beberapa muridku sudah menyelesaikan separo latihan yang ku berikan. Namun, masih ada juga 7-10 orang yang sama sekali belum mengerjakan. Satu nomor pun belum mereka kerjakan. Ya, aku berusaha membimbing mereka, mengarahkan mereka untuk memahami permasalahan di soal yang ku berikan, dan membantu mereka untuk melogikakan soal agar mudah untuk mereka pahami. Perlahan mereka mulai manggut-manggut tanda sedikit paham dengan apa yang ku terangkan saat menghampiri bangku mereka :)

            Waktu satu jam pelajaran sangatlah cepat. Anak-anak yang mulai menikmati soal demi soal begitu asyik dengan buku latihan mereka. Sampai-sampai bel tanda ganti pelajaran pun tak mereka gubrik. Bahkan ketika aku hendak berpamitan (karena sudah ganti jam), mereka tak membolehkanku meninggalkan kelas mereka.  *Nah lo ^_^ * .

            Kata anak-anak, “sampai pulang aja si buuu, pelajaran fisikanyaaa, ya buuuu, hari ini seneng banget belajar fisika dengan Ibu Tri Lego”.

            Aku hanya bisa tersenyum, memang aku jarang masuk di 7D, karena dua pertemuan terakhir mereka diajar langsung oleh guru pamongku yaitu guru fisika mereka. Aku lebih sering masuk ke 7E, malah mungkin dari awal aku terus yang masuk di 7E J .

            Jam pertama, aku sangat menikmati mengajar fisika di 7D, semoga ujian fisika besok, hasilnya akan bagus, seperti hasil latihan hari ini. Semangat anak-anakku ^__^

                                                              **

Pelajaran : IPA Biologi kelas :8E pukul : 09:45-11:15 wib

            Setelah usai mengajar fisika di jam pertama tadi, aku menikmati waktu jedaku untuk mempersiapkan materi biologi di kelas 8E. Masih ada waktu 10 menit, aku sempatkan mengetik curhat tentang D-Oneku di netbuk kesayanganku. Ya, hari ini, aku tak lagi bertiga, (aku, netbuk dan D-One). Kini aku hanya tinggal berdua, bersama netbukku.

            Bel tanda masuk setelah istirahat telah berderit. Gegas aku menuju ke ruang laboratorium. Ya, anak-anak kelas 8E, satu minggu ini telah dipindahkan ke lab biologi, karena kondisi kelas mereka rusak parah. Al hasil untuk sementara waktu, ruang kelas mereka berpindah tempat di laboratorium biologi.

            Hari ini, sebagaimana jadwal, aku akan mengajar biologi selama dua jam pelajaran. Jam terakhir bagiku benar-benar jam yang sangat rawan untuk anak muridku bisa konsentrasi. Jadilah, 10 menit pertama aku gunakan untuk brainstorming, kemudian review materi pada pertemuan hari kamis lalu. Alhamdulillah, anak-anak murid masih banyak yang ingat. Setelah sampai ke pembahasan baru, aku sengaja hanya memberikan point-pointnya saja. Kali ini, aku mencoba student centered ke murid-muridku.

            Secara random aku melempar keyword, kemudian terus mengeksplore pemahaman siswa dari jawaban yang mereka lontarkan dari pertanyaan yang ku ajukan. Dan kali inipun, sengaja aku hanya menulis judul bahasan materi kali ini mengenai “Otot”. Ku biarkan papan tulis masih bersih. Karena, aku sengaja memberikan ruang untuk orat-oret di papan tulis kepada murid-muridku yang akan menjelaskan materi itu di depan kelas.

            Beberapa siswa, aku minta untuk menggambar dan maju untuk menerangkan ke depan kelas. Tentu saja, ekspresi dan komentar khas anak SMP macam-macam saat aku minta mereka maju ke depan. Mulai dari tidak pede, tidak bisa dan beberapa alasan yang sama sekali tidak aku tolerir. Karena, aku yakin mereka pasti bisa ^^

            Anak-anak muridku mulai konsen mendengar penjelasan dari rekannya (sesama murid) yang aku minta menjelaskan di depan. Saat sesi pertanyaan pun, banyak yang memberikan pertanyaan, yang menurutku cukup berbobot. Ya, aku salud dengan kelas 8E, meskipun kelas ini tergolong kelas yang disepelekan oleh guru lain (mengingat yang diunggulkan hanya kelas 8A dan 8B), namun menurutku kelas ini juga punya banyak bibit unggul yang pantas diapresiasi.

            Walaupun sebelumnya aku tidak pernah mengatakan ke kelas 8E untuk metode belajar seperti ini, namun ternyata, walaupun tanpa persiapan, mereka telah berhasil membuatku cukup kagum dengan kelas mereka. Good performance dan good attitude. Aku sangat suka penampilan dan sikap mereka hari ini. Semoga besok dan seterusnya.

            Lima belas menit, sebelum jam pulang sekolah (karena aku mengajar dua jam terakhir), aku meminta kepada seluruh muridku untuk mengeluarkan kertas selembar. Ekspresi mereka mulai ketakutan. Takut aku memberikan ulangan dadakan, ataupun post test seperti biasanya. Padahal bukan itu maksudku ^_^

            Aku meminta kepada mereka, untuk menuliskan perasaan ataupun uneg-uneg mereka selama dua jam pelajaran biologi bersamaku hari ini. Dan inilah beberapa tulisan polos mereka yang membuatku tersenyum, terharu dan tertawa :)

            #1
            Dua Jam Pelajaran Biologi

Pada hari jum’at saya belajar biologi selama dua jam. Dan selama dua jam saya pun membuat onar. Lalu, ibu guru menyuruh saya untuk maju ke depan. Saya pun deg-degan. Tapi saya gembira, karena saya menjadi punya keberanian dan mendapat ilmu dari bu guru. Tapi waktu bu guru di sini tinggal 2 minggu lagi. Setelah dua minggu saya tidak akan mendapat pelajaran yang saya suka ^^ 

#2

Saya sangat senang belajar biologi. Karena pelajaran biologi itu pelajaran kesukaan saya. Saya lebih suka ibu tri lego daripada pak Alamsyah. Ibu Tri Lego orangnya asyik, dan enak diajak bercanda. Sedangkan pak Alamsyah, galak banget.

#3
Hari yang menyenangkan. Pada pelajaran biologi saya mendapat point, karena saya nggak memperhatikan pelajaran. Saya minta maaf ama ibu guru, karena sudah buat ibu guru kesal. Maafin saya ya buk.

#4
Dua jam pelajaran biologi, saya tidak mendapat ketenangan, karena teman sebangku saya bermainan kertas. Saya menjadi tidak konsentrasi. Teman-teman itu apa nggak merasa rugi ya dua jam dibuang sia-sia buat mainan, saya aja merasa sangat rugi karena tidak bisa konsentrasi gara-gara ulah mereka. Saya kasian sama bu Tri Lego dia sudah jauh-jauh ke sini untuk melaksanakan tugasnya.

#5
Waktu pelajaran biologi aku merasa senang karena gurunya baik, sabar, dll. Waktu aku disuruh maju ke depan, aku merasakan grogi dan tidak bisa mengatakan satu katapun untuk menjelaskan tentang otot lurik. Lalu aku disuruh duduk oleh bu guru dan aku digantikan oleh Boby.

#6
Selama dua jam pelajaran biologi ini saya merasa senang. Karena bisa bertemu lagi dengan bu Tri Lego. Dan baru pertama kali ini saya disuruh oleh bu Tri Lego untuk menggambar otot jantung di papan tulis.

Saya suka kalau pelajaran biologi gurunya bu Tri Lego. Karena saya jadi mudah mengerti.

#7

Pada waktu memulai pelajaran biologi, aku terasa nyaman. Karena biologi membahas tentang alam sekitar. Tapi, setelah beberapa menit, waktu temanku menjelaskan tentang otot polos, otot lurik dan otot jantung, aku  tidak nyaman lagi. Takut suruh menjelaskan di depan.

#9
Selama dua jam ini, saya belajar biologi. Dan baru kali ini saya disuruh bu Tri Lego untuk menjelaskan tentang ciri-ciri otot lurik. Saya diminta maju ke depan kelas.
Saya merasa tidak percaya diri, karena takut saat menjelaskan ada kesalahan. Apalagi saat teman-teman ada yang bertanya...

Duuuh... bingung banget tauuuuu, mau jawab apa. Untung bu Tri Lego membantu saya untuk menjawab.

#10

Saya sangat senang selama dua jam belajar biologi. Selama dua jam kami belajar tentang otot. Sekarang saya sudah paham tentang otot. Kali ini teman-teman saya yang menjelaskan di depan.

Saya sangat suka diajarin sama bu Tri Lego. Karena bu Tri Lego orangnya sangat asyik. Dan jika menjelaskan pelan-pelan dan jelas. Dan ibu Ti Lego orangnya sangat sabar walaupun anak muridnya sangat ramai. Ibu Tri Lego tidak pernah marah.

#11

Selama dua jam ini saya belajar biologi dengan bu Tri. Saya senang sekali jika belajar bersama bu Tri. Karena bu Tri itu baik, sabar dan tidak pemarah. Dan jika saya belum paham, saya selalu bertanya dengan beliau. Beliau selalu ceria jika mengajar di kelas saya.
Bu, saya mau bilang, jika ibu nanti sudah tidak mengajar di VIII E, saya mohon ibu jangan lupa kepada kami....

#12

Saya senang sekali dengan pelajaran biologi, walaupun saya tidak bisa. Ketika maju di depan untuk menjelaskan otot jantung, saya malu.

Jadi guru itu ternyata sangat sulit. Karena kadang muridnya mainan, ataupun pada ribut.
Hari ini adalah hari kesenyuman. Setiap melihat Ibu Lego, pasti tersenyu,. Aku senang sekali dengan pelajaran biologi dua jam ini.

Walaupun anak muridnya pada ribut, ibu lego tetap sabar dan tidak marah. Dengan sabarnya ibu Lego atas muridnya yang pada ribut. Ibu tetap tersenyum.

#13
Pada awal dua jam pelajaran biologi saya merasa senang. Setelah beberapa menit kemudian saya disuruh bu Tri untuk menjelaskan tentang otot. Saya pun maju, dan...

Sampai di depan, saya malu sama temen-temen!

Dengan perasaan malu bercampur takut dan tidak pede saya segera melaksanakan perintah bu Tri untuk menjelaskan di depan kelas.

Tapi...

Akhirnyaaa, alhamdulillah, saya merasa bangga dan senang, karena saya dipanggil bu Tri untuk menjelaskan.

Alhamdulillah, saya bisa belajar menjadi guru di depan.

Terimakasih bu Tri...

Semoga saya bisa menjadi guru seperti ibu Tri..

Aamiiin....


#14
                        Hari ini belajar biologi 2 jam. Namun, hari ini tak seperti biasanya. Hari ini bu Tri menyuruh para siswa dan siswi untuk mencoba menerangkan di depan kelas. Ibu Tri menyuruh para siswa dan siswi untuk menjelaskan tentang otot. Namun ada juga yang tidak dapat menjelaskan.

                        Setelah beberapa siswa dan siswi menerangkan. Kami diberi kesempatan untuk bertanya kepada siswa-siswi yang menjelaskan di depan. Adaaa saja materi yang ditanyakan oleh teman-temanku. Tapi inilah yang membuat belajar hari ini menjadi asyik.

                        Setelah kegiatan belajar selesai, namun masih ada sisa waktu. Ibu Tri menyuruh kami untuk mengungkapkan perasaan kami selama dua jam pelajaran bersama biologi.

                        Hari ini belajar biologi menjadi menyenangkan karena kami bisa merasakan bagaimana menjadi guru :) 

                                                                  ***

                     Tujuanku, Aku minta mereka minta membuat komentar ini, tidak lain sebagai referensi, bagaimana respon mereka selama mereka menerima pelajaran biologi dari ku di dua jam terakhir sebelum bel pulang sekolah berderit. Ya, dari tulisan mereka yang jujur dan lugu, aku jadi tahu bagaimana perasaan mereka setelah aku membersamai mereka hari ini.

                   Waktuku praktik mengajar disini tinggal 14 hari lagi. Aku yang mulai sangat menyayangi anak-anak muridku, merasa sangat tidak ingin meninggalkan mereka. Tapi, pertemuan pasti akan ada perpisahan. Yang jelas, di sisa waktu ini aku akan berusaha memberikan ilmu yang ku peroleh selama di bangku kuliah, semampuku untuk kalian, anak-anakku.
                        Komentar, kritik, saran dan harapan kalian, akan selalu tersimpan rapi di file memoryku. Semoga tanpa ku, kalian akan tetap bersemangat untuk belajar biologi. Seperti semangat kalian pada hari ini. Aku akan selalu merindukan kalian. Murid-muridku.

                                                              **
             Sejenak, seharian mengajar, aku lupa dengan D-One ku, karena ada kalian anak-anak muridku. Bagiku, respon dan apresiasi kalian dengan pelajaran yang ku ajar, membuat aku bisa melupakan kegalauanku kehilangan D-One hari ini. :)


 Luph you all my students (7D dan 8E) 

Marga kencana, 16 September 2011

Pukul 23:00 (nyambi ngetik , selesai buat soal ujian fisika besok pagi)


NB : D-One (merek hapeku ^__*)


         Hari H Workshop, yaitu hari Sabtu, 10 September 2011, pukul 10:00, saya bersama mbak Hanum segera gegas menuju ruang pasca sarjana UBL-Universitas Banda Lampung yang menjadi tempat diadakannya kegiatan workshop. Di gedung pasca sarjana lantai 2 UBL, Workshop yang bertema Pemanfaatan Media Social Untuk Promosi Pariwisata Lampung berjalan sangat hangat. Workshop ini dihadiri oleh berbagai komunitas di lampung diantaranya komunitas blogger, komunitas penulis, komunitas biker, komunitas fotografer, komunitas kaskus, guru, komunitas gemercik dan media.

     Workshop inipun menghadirkan pembicara yang sangat pakar di bidangnya yaitu mas Iman Brotoseno- President Asean Blogger Community Chapter Indonesia dan mbak Trinity  penulis sekaligus traveled, penulis 3 seri buku nakedtraveler yang sudah mengunjungi 46 negara di dunia.

     Agenda seminar dan diskusi ini digawangi oleh ONOFF, Maverik dan kedutaan USA. On Off itu sendiri adalah pergantian nama yang semula adalah Pesta Blogger, sekarang berubah menjadi on off,  jika pesta blogger itu cenderung hanya diikuti oleh Komunitas Blogger saja, akan tetapi dengan merubah nama menjadi OnOff maka, bisa menjadi lebih flexibel  disemua komunitas ON- Online maupun  OFF-offline.


       Sesi pertama, diisi oleh mas Iman yang tentang berwisata di negeri sendiri. Kemudian dilanjutkan oleh mbak Trinity yang mengupas tuntas Pemanfaatan Media Social untuk promo pariwisata terutama di lampung. Penjelasan selesai dilanjutkan sesi tanya jawab. Situasi sangat renyah ketika jalannya tanya jawab berlangsung.  Agenda jeda untuk istirahat ishoma, dan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion di sesi ke dua. Diskusi berjalan cukup serius, setiap kelompok mendiskusikan delapan point panduan diskusi yang diberikan oleh panitia.

            Tepat 45 menit, waktu diskusi bersama kelompok usai, saatnya perwakilan setiap kelompok untuk mempresentasikan ide hasil rembug masing-masing kelompok. Dan saya kebetulan mewakili presentasi kelompok 2, meski alokasi waktu yang disiapkan panitia hanya 3 menit, namun kebanyakan penyaji presentasi –termasuk saya, melebihi batas waktu, saya presentasi lebih dari 7 menit ^_^ .Ide kebanyakan hampir sama, namun kebanyakan kurang spesifik, lagi-lagi saya juga terkena evaluasi bersama 2 kelompok lainnya. Banyak hal yang kemudian menjadi koreksi salah 1 perwakilan dari kedutaan USA yang datang menyimak presentasi kami.

             Pengambilan fokus tempat wisata lampung di daerah krui, dengan kemudahan berbagai akses dan layanan, nuansa lokalitas lampung yang masih sangat terjaga,  pemakaian media social yang tepat untuk promo pariwisata, networking yang sangat terkonsep, penjabaran yang sangat detail per pointnya membuat para fasilitator workshop dan kedutaan USA memilih  penyaji presentasi ke 6 sebagai pemenangnya. dan memang kami semua-peserta  sepakat jika team ke 6 menjadi pemenangnya.

            Workshop kali ini adalah rangkaian kegiatan OnOff ke 10 Kota Besar termasuk salah satunya adalah Lampung. Dengan semangat kampanye pariwisata dengan merangkul berbagai komunitas online maupun offline, diharapkan ke depan pariwisata lampung akan kembali menunjukkan geliatnya, dan menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung di sang bumi ruwai jurai.

     Acara workshop yang berlangsung selama 7 jam ini, diakhiri dengan pengumuman pemenang, pembagian hadiah, pembagian sertifikat dan foto bersama.

*salah satu peserta seminar onoff, ketua lrs chapter lampung



Hari Jum’at, 09 september 2011, tepatnya pukul 21:00 waktu hape saya,  saat saya hendak bersiap-siap untuk beristirahat datang sms dari nomor yang tak saya kenali. Intinya menanyakan apakah ada komunitas penulis di Lampung. Karena pertanyaannya sopan, saya segera membalas sms beliau dan menanyakan siapakah pengirim sms tersebut. Ya, ternyata beliau adalah Sandy Prayoga, salah satu anggota komunitas blogger lampung-seriut.com. Karena beberapa komunitas penulis di lampung saya sendiri yang diamanahkan untuk mengetuainya, maka, saya jawab iya, banyak komunitas penulis di lampung dan saya sebagai salah satu pengurusnya.

Saya fikir, Sandy tertarik untuk bergabung di dunia literasi di lampung, eh ternyata beliau sedang terlibat dalam kepanitiaan workshop yang akan diadakan esok harinya. Jadi, karena mendesak, maka saya maklum, jika kemudian Sandy mengirim undangan workshop untuk komunitas saya via email. Pukul 23:30 tepat, email dari Sandy sudah sampai dengan selamat di imel saya. Segera saya buka, dan baca rundown acaranya. Menarik! Dan saya setuju untuk menghadiri undangan tersebut. Sayang, karena sudah sangat penat, maka saya mengkonfirmasi kehadiran 2 jam sebelum acara dimulai. Jam 8 tepat, saya segera mengirim sms ke Sandy untuk mengkonfirmasi kehadiran saya mewakili LRS Chapter Lampung dan mbak Fadila Hanum yang mewakili FLP Lampung.