twitter

Tampilkan postingan dengan label Mustika W S. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mustika W S. Tampilkan semua postingan

"Rasa yang Tak Ingin Dihilangkan"_300112_my little room_12:15 AM
Rabb, ribuan terima kasih mungkin tak cukup untuk mengutarakan betapa bahagianya hamba. Sungguh, pertolonganmu ada di saat-saat yang tepat. Sungguh, dengan mengingat nama-Mu hati akan tentram. Sungguh, tak ada nikmat yang bisa aku dustakan.

Sepintas, aku dan yang lain tak ada perbedaan, aku lengkap dengan kelima pancaindra dan senantiasa diberi kecukupan. Kadang, mereka beranggapan aku ini hebat. Oh, sesungguhnya tidak! Aku adalah makhluk paling lemah dari dalam. Yang membuatku tegar dan bertahan selama ini adalah pertolongan-Mu yang maha dahsyat.

Sungguh, sebisanya engkau jangan meninggalkan rutinitas membaca dzikir pagi dan petang, menunaikan salat duha dan tahajud, puasa sunnah, bersedekah, atau bahkan meyakinkan diri, kalau Dia akan benar-benar menolongmu. Pasti! Cepat atau lambat pertolongan itu akan datang.



Mungkin sebagian orang, mendapat hadiah atau door-prise keliling Eropa adalah hal yang paling ditunggu, namun bagiku terbebas dari godaan syaitan, adalah hal yang paling diidam-idamkan, betapa tidak, Allah masih sangat sayang pada kita, sehingga menghindarkan kita dari kesalahan menuju kebaikan.



Mengingat tentang kebaikan, jadi teringat peristiwa 4 hari yang lalu, saat aku kehilangan uang. Niatku bulan depan akan kusedekahkan kepada seseorang yang kuanggap berhak, karena dia lagi terlilit hutang, tapi takdir berkata lain. Sepertinya jika sudah ada niat baik, segera laksanakan!

Allah, lagi, lagi, dan lagi, Engkau membalasnya dengan kebaikan, rezeki datang padaku, juniorku memesan satu buku dan saat hari kehilangan itu, aku memperoleh makananan yang enak-enak. Jika masalah disikapi dengan hati lapang dan percaya pada-Nya maka akan diganti dengan keuntungan, terbukti! Alhamdulillah ya Rabb.

Malam ini, salah satu tetanggaku meninggal dunia. Aku dan yang lainnya diingatkan kembali, kalau dunia hanya tempat singgah, sementara kampung akherat adalah tempat abadi. Ayahku, tertegun melihat salah satu kawannya telah berpulang, gak menyangka, sekekar beliau telah tiada. Tiada yang mustahil jika Allah berkehendak dan tak ada yang bisa menunda barang sedetik pun. Allah ampuni dosa-dosa beliau dan terima amalannya. Matikan hamba dalam keadaan Islam dan beriman ya Rabb, begitu juga keluarga dan sahabat-sahabat hamba.

Aku juga terkenang, 18 tahun yang lalu, sosoknya begitu hangat dan bijaksana. Beliau adalah Pak Rahim, guru ngajiku. Aku lupa, kapan beliau meninggal dunia, mungkin delapan tahun yang lalu. Aku hanya mendengar kabar tanpa mengunjungi jenazahnya. Karena kami sudah pindah di lingkungan yang baru. Petuah yang selalu kuingat dari beliau, "Ada tiga sosok lelaki yang harus dihormati seorang wanita dan yang akan diharapkan ridhanya. Mereka adalah ayah kandung, ayah mertua dan suamimu. Hormati mereka dengan sebaik-baiknya akhlak dan cintai mereka dengan sebaik-baiknya iman."

Teringat, dia akan menyiapkan segelas susu coklat hangat di atas mejanya sebelum mengajar, memberi karet penghapus untukku, hadiah dari kemasan susu coklatnya, menggambar pemandangan, seakan-akan kami berada disitu, dan kesabarannya dalam membimbing para santri.

Aku rindu ruangan kecil itu, yang ada kursi dan meja panjang, yang tebuat dari kayu. Beliau hanya dibayar 'sedikit' kalau dulu hanya segenggam beras. Subahanallah....

Kalau ada orang kaya yang punya hajatan, beliau dipanggil, kami para santri diajak, sehingga kebagian rezeki. Pulang bawa sebungkus nasi dan seamplop angpau. Tawa riang dari bocah-bocah berwajah polos. Salahnya aku tak punya dokumentasinya, apalah daya tak sanggup beli kamera. Sepatu hampir 'terngaga' saja harus dipertahankan.

Kok mataku mulai berembun ya? Aku benar-benar bersyukur, bisa merasakan itu semua.

Rabbi, ijinkan hamba terus berjalan di muka bumi ini dengan rasa syukur dan takut pada-Mu. Lembutkan hati ini agar mudah menerima hidayah dari-Mu dan kebalkan dia agar tegar dengan anggapan 'remeh' dan 'ejekan' orang lain. Jadikan jiwa ini, jiwa-jiwa yang besar, seperti para pendahulu yang hanya mengharap ridha-Mu.


Fly Over 08 Januari 2012 11:58 pm

Malam ini sepertinya aku akan kembali tak bisa terlelap dengan 'baik', entahlah.....

Rabb, hamba adalah orang paling perasa atau tersensitif di dunia??? Mengingat wajah dan ucapan mereka, rasanya hamba tak tega, tapi Rabb, tahukah mereka kalau selama ini hamba sudah berusaha mengikuti 'mau' mereka???

Jalur yang hamba ambil saat ini, sebenarnya adalah sesuatu yang bukan, bukan dari kemauan hati hamba. Namun, lama kelamaan hamba mulai menyukainya, menyenanginya dan mulai jatuh cinta. Ketika semua hamba bangun, dari semangat dan kemauan, bukannya mereka yang memberi dukungan terbesar ketika itu. Mereka yang mengatakan, "Kamu bisa, itu hal mudah!!!"

Kini, ketika hamba berdoa, kenapa doa itu seakan begitu cepat Engkau jawab. Inikah trik yang harus hamba pecahkan sendiri? Hamba gak kuat ya Rabb, hamba malas 'bertekak' dengan mereka, pusing, sangat pusing menentang perkataan orang tersayang, yang hamba tahu maksud mereka itu baik, sangat baik, tapi Rabb, tahukah mereka ada 'sesuatu' yang hamba cari lebih dari sekedar 'itu'???

Rabb, wajah seperti apa yang hamba harus perlihatkan di depan wajah-wajah polos tak berdosa esok pagi? Para tunas bangsa yang memiliki keunikan masing-masing. Hari-hari hamba sudah diisi dengan tawa sekaligus rengekan tangisan mereka. Entahlah Rabb, hal itu membuat hamba tersenyum bahagia.

Kenapa memilih itu sulit ya Rabb??? Hamba gak bisa fokus menulis untuk naskah novel kedua hamba, ketika mau menulis 'terpentok' oleh peristiwa semalam, sepertinya harapan mereka begitu 'gede' kepada hamba.

Membaca dan menguatkan volume mp3 adalah pelarianku, karena beberapa hari kedepan aku tak bisa berkonsultasi sama Rabb-q, dalam suasana cuti, namun kali ini aku benar-benar galau ditambah kram diperutku, sepertinya hari-hariku akan penuh kesensitifan. Berharap 'tidak'!!!!!

Bersandar di rak-rak buku yang ada di gramedia dan mencium aromanya membuatku 'gila' benar-benar ingin memiliki itu semua. Semua seperti berteriak, "Miliki daku, aku padamu!" namun apa daya kantongku tak sanggup. Selama ini sudah kucicil dan kupesan via on line, kemaren aku memboyong satu buku seharga 150 ribu, bakal mengencangkan ikat pinggang nih, buku yang lama ingin kumiliki, sebenarnya banyak lagi sih, sudah ku-list, beberapa di antaranya, novel baru Kang Abik "Cinta Suci Zahrana" dan beberapa karya Salim A Fillah, dan masih buanyak lagi. Aku juga baru mendapat dua buku baru sekaligus dari sahabatku, senangnya, plus bros jilbab, alhamdulillah, sesuatu ya.

Tahun lalu (2011) aku mendapat banyak hadiah, senangnya, hadiah yang tak disangka-sangka, dimulai dari penerbitan bukuku, novel solo dan antologi bersama kawan-kawan, hal yang tak pernah kusangka, seorang Mustika bisa menghasilkan karya kecil-kecilan, semoga bermanfaat jika aku, kemudian, tak ada lagi di muka bumi ini.

Lanjut, kado-kado dari orang-orang tersayang dan teman se-WR, kadonya berupa baju, bros, buku, jilbab, tupperware, mug, sampai puisi-puisi indah, lantunan doa yang tulus, sehingga meresap sampai ke hati yang membuat aku bertahan sampai sekarang. Thank you full to all.

Masyaallah, aku lupa-lupa ingat mengirim kado buat si Mbak Upik, maafin ya Mbak, belum sempat ke kantor pos, karena kedatangan saudara dari kampung, terus ngajak jalan-jalan, he, jadi keenakan.

Dua minggu liburan membuat berat badanku naik, ketika kemaren aku menimbang, akhirnya angka 44 itu tertembus, biasanya bertahan di 41 semoga bisa menembus angka 47 atau 48. Semoga.

Aduh, ini koq jadi ngomong kado dan berat badan segala ya??? Aku jadi bingung sendiri, tadi kita bicara tentang apa ya?? Yang pasti kali ini bukan cinta, tapi tentang pilihan. Bukan. Ini bukan tentang memilih pendamping hidup sama sekali bukan. Ada masanya! Bukan untuk saat ini.

Kabar dari abang sepupuku tentang 'sesuatu' hal membuatku 'terbengong'. Inikah jawaban doaku?? Koq secepat itukah??? Aku membisu, tak kubiarkan mereka tahu. Iklan. "Terima kasih buat kakak dan abang yang selalu perhatian padaku, perhatian kalian membuatku meneteskan air mata haru, sangat haru, kalian masih menganggapku 'adik kecil' kalian, walau kalian pada berkeluarga, kasih sayang terus mengalir buat adikmu ini. Ingin rasanya memutar kembali kenangan masa kecil, waktu dulu kagak ada handy cam ya. Sayang sekali. Kan lucu melihat si abang merajuk. Nangkap capung dan ikan mas di sawah. Badan penuh lumpur. Kangen masa-masa dulu."

Ketika sabtu kemaren aku pulang raker, eh, mereka nanya, "Udah dikabari si Abangkan??" Aku pun menjawab, " Yang mana ya???" pura-pura terkejut. Itu dan bla bla bla. Oh MG......., akhirnya mereka mendengar juga, langsung dari abangku ketika mereka berkunjung ke rumah pamanku. Perdebatan pun terjadi, aku bersikeras dengan pendapatku, mereka lebih menekankan pada, "Apa selamanya mereka bisa menjamin??? Sudah pasti????" Aku terdiam, memang tak ada yang pasti, kecuali janji Allah. "Inilah, dia terus memikirkan orang, tak pernah memikirkan dirinya sendiri, nanti kamu juga yang rugi Nak!" ujar beliau.

Aku masih tetap pada pendirianku, aku masih memilki tanggungjawab kepada 'badan' yang memberiku amanah dan tentunya kepada Allah untuk menyelesaikan perjanjian.

Aku pergi berlalu, tak ingin memperpanjang debat, dan masuk ke kamar. Membenamkan wajah di bantal, lalu berteriak. Bulir-bulir bening bercucuran di pipiku. Dulu mereka yang ingin aku menggeluti 'ini', ini malah, aghhhhhhhhhhhh. Aku menatap langit-langit kamarku, perkataan mereka ada benarnya, bisikku dalam hati, tapi, aghhhhhhhhhhhhhhhhhh.

"Kak." Teriak adikku. Ternyata nasi goreng pun tiba. Kami tetap menikmati nasi goreng dalam satu lingkaran. Aku melihat mereka menikmatinya dengan perlahan, seperti ada yang terganjal, yang ingin kembali diungkapkan, namun tertahan agar tak merusak suasana makan malam yang harmonis. Selesai makan, aku kembali ke kamar, menghidupkan lepi karena ada tugas nge-host di acara Edos. Sembari nge-host, aku memberi like dan komen di beberapa status kawan-kawan, eh ada komen-komen yang membuat perutku tergelitik. Sedikit menghibur di suasana galau. Hal itu gak bisa buat perasaanku 'plong'.

Malam kian larut, badan pun kian kalut. Kurebahkan badan di kasurku yang empuk, suasana magrib tadi kembali terlintas.

Kupejamkan mata, semoga esok kutemukan jawaban.

Minggu ini ada tiga agenda dari pagi sampai sore, dua diantaranya menghadiri undangan senior dan kawan se-almamater. Kalau tidak mengingat kewajiban seorang muslim, aku sudah pulang, perutku kram, akhirnya menahan kram yang melilit, mendoakan saudara dengan senyum terkembang.

Pertemuan dengan kawan-kawan seperjuangan tadi juga masih tidak membuat perasaanku lega, masih belum ada gambaran. Malam ini, melalui buku "chicken soup for the soul" aku akan menjelajahi sisi-sisi positif dari kehidupan lain, kan kita bisa mengambil hikmah dari mana saja. Allah kan menyebar hikmah dimanapun dan kapanpun, so.... walau ini diambil dari kisah nyata keluarga 'barat' pasti ada hikmanya, ada lucunya, pastinya so sweet. Oke deh, selamat membaca. Semoga kegalauan hatiku besok sudah pudar. Amin ya Rabb.

"Akankah Mustika mengikuti keinginan 'mereka' atau mengikuti kehendak hatinya??? Yakinkah ia dengan keputusannya nanti?? Atau ada penyesalan di kemudian hari???" ujar Feni Rose dengan mata melotot dan bibir monyong kesamping.


Bukan Jodohku_07 Nov 2011
 
Aku dan kakak seniorku di SMA pergi
ke plaza untuk mencari tas dan kado buat pernikahan senior kami yang lain. Setelah
mendapatkan kado, kami meluncur ke tempat yang lain.
Kami mengelilingi hampir semua toko tas yang
ada di plaza tersebut. Dimulai dari lantai paling dasar sampai atas. Memilah-milah
mana yang bagus dan menempel di hati. Tibalah pada satu toko, shoplifter yang ramah sangat sabar
menjawab semua pertanyaan yang kami ajukan. Tetap memberi senyum walau kami
tidak jadi beli.
Tibalah pada toko berikutnya, dia malah
marah-marah karena tidak jadi beli sambil bermuka masam, padahal kami sudah
meminta maaf. Setelah berkeliling lagi dan berpikir, kami memutuskan balik ke
toko yang shoplifter-nya ramah.
Setelah kami cek, hanya toko tersebut yang
punya model tas tersebut walau di lain toko  ada merk yang sama. Memang lumayan
mahal, tapi melihat kualitas dan sudah jatuh cinta pada pandangan pertama,
akhirnya kakak memutuskan untuk membelinya.
Aku srek (suka) dengan tas merah merk Hermes. Untuk mengganti tas
jalan-jalanku yang sudah kusam dan berbulu. Dan umurnya yang cukup tua. Kutawar
sesuai budget-ku tapi tak bisa lagi, bos-nya
hanya menurunkan lima ribu perak. Huh, aku menghela napas. Aku memandangi tas
merah itu. Sangat manis, imut dan anggun. Kakak itu pun dengan sabar menenteng
tas itu dan mengatakan, “Kakak gak bakalan nyesal belanja disini! Jamin garansi
harga kalau ada yang nawarkan murah dari sini dan ini kualitas bagus!” Murah
katanya???
“Bisa puasa seminggu penuh nih,” dalam hatiku. Kami
pun keluar dari toko itu. Kakak bertanya, “Kenapa gak diambil Mus???”
            “Aih Kak, tak cukup uang Imus.”
            “Ya udah pakai uang Kakak aja dulu.”
            “Boleh??? Tapi bayarnya bulan depan
ya?”
            “Oke.”
            Dari lantai dasar kami kembali
menaiki tangga berjalan.
            Sayang. Sungguh sayang. Bukan jodohku.
Si H telah diambil orang. Hohoho, aku hanya tersenyum kecut. Sebenarnya ada, tapi
warnanya hitam. Aku tidak suka, kelihatan pucat. Sedangkan yang merah kelihatan
manis dan cerah. Shoplifter mencoba
menenangkanku, menelepon bosnya dan kawan bosnya, manatau ada stok yang
tertinggal. Nihil. Habis. Keluarlah aku dengan kecewa. Kami pun tertawa.            
“Itukan Mus, bukan dari tadi diambil. Emang
bukan jodohmu!”
            “Iya Kak, ya udahlah, untungnya Imus gak jadi
ngutang sama Kakak.” Ucapku sambil cemberut.

           “Gak
harus mikirin utang deh,” ujarku dalam hati.
Aku berharap menemukan tas itu lagi. Kami pun
sekali lagi berkeliling, namun sayang, tak ada model yang seperti itu. Hiks. Hari
sudah mendung. Kami pun pulang. Padahal kalau tidak mendung, kami mau mencarinya
di Petisah. Kok jadi kepikiran gini ya?? Sampai saat ini, bentuknya sangat
jelas di mataku.

MPH_ 11: 00 PM


Kesal sejadi-jadinya_06
November 2011
Apa kesalahanku sampai-sampai mereka bersikap
seperti itu padaku. Atau aku yang sangat sensitif??? Kesensitifanku  selalu memuncak di hari pertama bulannya. Betapa
kesalnya aku mengetahui mereka mau mengadakan iftar jama’i semalam tanpa mengikutsertakan aku. Padahal dari pagi
sampai siang kami bertemu. Sebenarnya aku tak tahu, ketika membuka fb, status
mereka terpampang di home (beranda),
alhasil aku membacanya.
Kenapa aku dicuekin, sudah sebulan lebih rasa
ini tersimpan dalam hatiku. Kalau katanya kondisi imannya yang rapuh, tapi
kenapa dia tidak berusaha memperbaiki persahabatan kami seperti semula, walau
semalam kami sudah melakukan komunikasi yang cukup lancar. Entahlah, apakah aku
merasa cemburu??? Tapi bukankah dalam persahabatan ada hak dan kewajiban
seorang sahabat??? Kalau bukan dengan mereka aku bermanja-manja, sama siapa
lagi??
Mereka saudari yang kusayangi karena Allah. Saudari
yang selalu kubangga-banggaan. Saudari yang dipersatukan dari SMA. Salahkah aku
meminta perhatian dari mereka, toh aku selama ini mewujudkan kasih sayangku
dengan ungkapan, sms, puisi. Kenapa ketika aku muncul di status mereka aku
diacuhkan. Sebenarnya apa mau kalian? Dan apa salahku??
Sebelumnya tidak pernah seperti ini, mereka
selalu merespon apa yang aku lakukan. Apa mereka tidak menginginkan
keberadaanku. Ya, mungkin. Lebih baik aku diam. Atau berusaha untuk menjadi
cuek. Tak mau tahu tentang keadaan mereka, tak perlu khawatir lagi tentang
kondisi mereka, tak perlu memikirkan mereka, tak perlu mengenang keadaan dulu. Apakah
enak seperti itu??
Kekesalanku menjadi-jadi, adik lelakiku malah
mencopot label garansi di modemku, padahal itu sebagai tanda bukti kalau mau servis
dan mengganti modem. Aku berencana, besok mau ke tokonya. Akhir-akhir ini modemku
menunjukkan sikap yang aneh. Biasanya, jika ada gambar globe di sudut kanan
bawah layar laptopku dan lampu hijau atau biru menyala di modemku, maka
berselancar ke dunia maya sangat nyaman. Tapi ini, lampu sudah hijau, globe ada,
tak bisa konek. Dan kadang globe ada, lampu biru nyala, juga tak konek. Nanti lampu
hijau nyala, globe tak nongol, bisa konek, tapi sangat lama loading-nya.
Kupikir karena lagi ada gangguan jaringan
sehingga menjadi lemot tapi ini kenapa jadi aneh begitu. Buktinya kalau kubawa
ke kantor, sinyal penuh dan browsing pun jadi nyaman. Tadi malam jadwal deadline pengiriman naskah true story of jomblo.
Aku sudah menyiapkan flashdisc untuk
menyimpan file lalu ke warnet. Sangat
terpaksa dalam hatiku jika ke warnet malam-malam. Apalagi kalau sudah malam
isinya para lelaki dan kebanyakan merokok. Alhamdulillah setitik harapan, sinyal muncul, globe nongol, hijau bersinar. Walau lama, tapi
proses pengiriman naskah berhasil.
Aku baru selesai mandi. Lumayan tenang sambil
mendengarkan lantunan kalam ilahi dari mp3. Ditambah tasbih dari rintik-rintik
hujan di luar. Mungkin tambah tenang jika melakukan salat, saat ini cuti. Mau tidak
mau aku harus menerima giliran tersebut. Kulekatkan modem ke my bluish (sebutan laptopku), kali ini
sinyal sama sekali hilang, tak ada tanda-tanda kehidupan. Confuse -_-
Padahal yang lalu mereka semua kusms mengajak
jalan-jalan. Mau kuajak makan karena ada kelebihan rezeki, tapi tak jadi. Hanya
satu yang bisa itupun lama balasnya. Biasanya mereka sangat bergelora ketika
kuajak jalan, tapi kali ini beda.
Setelah kuingat-ingat dengan begitu keras
sampai menyelam cukup dalam ke alam memori, sepertinya aku tidak melakukan
kesalahan, pertemuan kami terakhir baik-baik saja. Penuh tawa. Pulang salam-salaman
seperti biasa. Senyum manis dari masing-masing peserta. Tapi kenapa ya? Apa
masing-masing ada kesibukan yang memusatkan perhatian sehingga aku
terabaikan???
Apa status BBHB-ku ini??? Apakah pending atau sending??? Semoga sinyal berpihak padaku sehingga terkirim. Bukti terkirim,
BBHB-ku ini akan nimbrung di blog CHSP.
Kalau tidak, akan bertahan di dokumen my
bluish.
Bee (nickname
my bluish), apakah besok hari akan cerah? Apakah mereka masih merasakan
rasa ini? rasa sayang kepada mereka? Berkumpul bersama? Tidak hanya berdua,
tapi kami semua. Personil lengkap dan membentuk formasi ukhuwah nan indah. Apakah
kuberi waktu lagi untuk mereka menikmati hidup tanpa diriku??? Ya, mungkin ada
sikapku yang kurang berkenan di hati mereka. Aku juga sudah mengirim sms kepada
mereka. Walau aku menunggu-nunggu apa bentuk kesalahanku itu biar bisa
kuperbaiki. Atau memang rasa sensitif ini yang menjadi-jadi. Atau ini hanya bisikan
setan yang selalu ingin memutuskan tali ukhuwah. Semoga tidak.
Ya Rabb, jagalah pendengaran dan hati kami dari
segala macam bujukan setan. Hembuskan prasangka baik pada ubun-ubun kami. Biarlah
hati kami terjaga oleh cahaya iman dariMu. Jaga mereka dari pandanganku yang
terbatas. Lapangkan dada kami dari segala macam hasut dan dengki. Mudahkan langkah
dan lapangkan rezeki kami dalam menuntut  ilmu dan mencari rezeki walau dari tempat dan cara yang berbeda. Jauhkan
dari segala macam jalan, cara dan makanan yang haram.
Mereka akan tetap menjadi saudariku yang
kusayangi karenaMu ya Rabb. Apapun kesalahan yang mereka buat tak bisa
menghilangkan rasa yang telah Engkau tanamkan di hatiku ini. Sungguh manusiawi
rasa kesal itu datang, semoga mereka bisa memafkan semua kesalahanku.
Persahatan dan kehidupan rumah tangga memiliki
kesamaan, yaitu akan terjadi riak gelombang yang hampir menenggelamkan. Yang terpenting,
usahamu untuk kembali mengamankan kemudinya dengan iman dan islam agar kembali
berlayar dengan tenang. Semoga kalian disana selalu dalam keadaan baik dan
dalam limpahan kasih sayang Allah ^_^ MPH (my
purple heart) 05: 47 PM


28 september 2011

Hari ini sepulang mengajar di sekolah, aku ada jadwal mengajar privat. Sebenarnya jadwal hari ini lumayan padat, tapi mengingat kewajiban, aku melangkah semangat. Alhamdulillah, doaku dikabulkan. Hari ini berjalan lancar dan penuh semangat.

Aku ingin segera sampai di rumah, ketika dalam perjalanan rumah, adikku mengirim pesan yang isinya mau menjenguk kakak iparku di rumkit. Sebenarnya, aku ada niat mengunjunginya besok sore. Kerjaanku juga masih ada yang belum kelar, membuat soal mid semester. Semalam sudah kucicil 155 soal, ini mau ditambah 105 soal lagi karena besok dikumpul. Belum lagi merevisi naskah tole udinku yang masuk nominasi karena besok batas pengiriman. Batas amunisi modemku akan berakhir jam 12 malam ini. Besok belum tentu bisa mengisinya karena persediaan kocek menipis. Mau membuat jadwal ujian praktek dan tulisan  dan masih banyak lagi. Tapi, setelah dipertimbangkan, besok juga ada kerjaan yang harus diselesaikan. Akhirnya aku menerima tawaran adikku pergi sore ini.
    Aku sampai pukul 5 sore, aku segera mandi menunggu adikku pulang. Adikku tiba pukul 05.30 sore, kami pun segera meluncur dengan motor. Suara azan berkumandang, kami salat di masjid baru naik ke lantai enam, tempat kakakku dirawat. Sampai disana, kulihat dia baik-baik saja. Dia sedang berbincang dengan kawannya. Beberapa saat, kawannya permisi untuk menunaikan salat magrib. Tetangga yang menjaganya juga permisi untuk salat. Adikku disuruhnya untuk membeli nasi di luar karena tidak selera dengan makanan dari rumkit.
“Ka, sinilah.”
“Apa kak?” kujawab sambil duduk di kursi yang terletak di samping tempat tidur.
“Mendekatlah.”
Aku pun mendekat. Tiba-tiba terdengar suara parau dan bulir-bulir bening itu keluar dari sudut matanya.
“Ka, kenapa Allah memberi cobaan yang bertubi-tubi pada hambaNya?” tanyanya sambil menangis. “Apa karena kakak banyak dosa, sehingga Dia marah?”
“Kak, justru karena Allah sayang sama kita, makanya diberi cobaan. Allah tak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hambaNya. Karena kakak kuat dan istimewa makanya diberi cobaan. Allah sayang sama kakak.” Aku mengusap pundaknya, menghapus air matanya, membiarkan dia mengeluarkan isi hatinya. Aku berusaha menguatkannya, memberi semangat dan doa. Kak, sebenarnya air mataku hampir mau jatuh jua, tapi kutahan.
Pukul sudah menunjukkan pukul 8 malam, aku pun permisi pulang. Sepertinya dia enggan melepaskannya, dia ingin bercerita banyak. Dia kembali segugukan ketika aku menyalaminya dan mencium pipinya. Kak, aku masih mau disampingmu mendengarkan keluh kesahmu, namun aku harus pulang, ada kerjaan yang harus kutuntasakan malam ini. Rintik hujan yang turun saat pulang, menemaniku untuk berzikir atas kesembuhanmu. Tegarlah, Allah bergantung pada prasangka hambaNya.
Aku sangat bersyukur, rasa letihku hilang setelah melihat dan mendengarkan curhatan kakak sekaligus bisa membuat dia jauh lebih plong. Bisa menumpahkan kegalauan hatinya padaku. Allah melihat dan mendengar doa-doamu. Bersabarlah. Penolakanmu terhadap yang batil membuatmu sudah istimewa. Tetaplah seperti itu! Ada yang ia ungkapkan, sungguh membuat nurani tersentak, lirih dan takjub. Beri dia ketegaran dan kesembuhan ya Rabb. Aku juga ingin memberi kata-kata penyemangat untuk abangku yang menjaga kedua putranya di tengah cobaan ini. Abangku mungkin sedang dilema, melihat kondisi istri yang sakit ditambah ada masalah internal.  Dikesempatan lain akan kujabarkan pelajaran berharga dari curhatan kakakku tadi. Wow, sudah pukul 9 lewat aku harus menyelesaikan soal-soal, kalau tidak, aku bakalan kena tegur sama atasan. Semangkaaaaaaaaaaaaaa


27 September 2011_Brothers and Sister_My little room
01:00 Am
Hai bee, sudah tiga hari aku tak mencurahkan isi hatiku. Tahukah kau?? Seperti ada tenaga baru yang kuperoleh. Hari minggu aku bertemu dengan sanak keluarga di acara syukuran haji. Aku bisa melepas rindu dengan keponakan-keponakanku tersayang. Melihat wajah polos, tawa dan canda mereka membuat rasa penatku hilang seketika. Sungguh enak jadi mereka ya bee. Gak banyak pikiran dan tak punya rasa cemas. Tahukah kau bee??? Malam ini aku berhasil menyelesaikan lomba naskah flash true story edisi ekspresikan narsismu. Sebenarnya hampir kelewatan, namun karena ada tenaga, akhirnya aku bisa mengerjakannya. Momen yang kuangkat adalah ketika resepsi pernikahan abangku. Sekarang beliau telah memiliki satu orang putri dan si cabang bayi. Betapa senangnya aku bee, kakak iparku hamil 5 bulan. Keponakanku akan bertambah. Jadi empat jika ia lahir dengan selamat dan kuharap selamat keduanya, ibu dan bayi. Kebahagiaan kami masih terusik. Kakak ipar dari abang tertua habis
operasi pengangkatan rahim. Beliau tiga kali mengalami pendaharan pasca melahirkan putra kedua. Kasihan bee. Makanya diputuskan untuk diangkat rahimnya. Padahal umur beliau masih muda, kalau mau nambah anak lagi masih terjangkau tapi akibat pendaharan yang terus menerus, semoga keputusan itu jalan terbaik bagi semua. Kakak iparku sangat tangguh telah melahirkan dua keponakan laki-laki yang  tampan. Aufa dan Arkan. Itu nama mereka.  Semoga kelak, mereka jadi anak yang soleh.
    Bee, kuharap besok semua berjalan lancar dan ada kebahagiaan yang kudapat. Bee, rasanya aku ingin berwisata seorang diri. Tapi, entahlah bee, apakah ini ide yang bagus. Aku tak punya waktu untuk perjalanan itu! Menikmati kesendirian. Saat aku menulis ini, wajah-wajah keponakanku hadir. Zahra, Aufa, Nauval dan Arkan. Kalian so sweet. Rasanya aku ingin bermain satu harian penuh bersama kalian. Pipi-pipi chubby dan merah merona itu sungguh imut. Celotehan yang kurang jelas membuat aku tertawa. Auntie kalian yang imut ini (kumat narsisnya) akan selalu menyayangi dan merindukan kalian.
    Bee, tak terasa abang dan kakakku telah memiliki keluarga sendiri. Jika mengingat waktu dulu, sungguh tak disangka. Kami yang suka main boneka, bongkar pasang, nangkap capung di halaman rumah popung dan menangkap ikan di sawah kini sudah tumbuh dewasa. Aku rindu kampung dan semua kenangan indah bersama mereka. Walau mereka bukan saudara kandung. Tapi hubungan kami sungguh dekat, mereka bertiga, kakak dan kedua abangku adalah anak dari kakak perempuan ibuku.
    Aku rindu menjadi adik kesayangan mereka. Walau mereka sekarang sudah punya keluarga masing-masing, mereka selalu memberi dukungan kepadaku. Ketika mereka masih single, kami sering jalan dan nonton bareng. Dulu, kalau tidak ada mereka, aku tidak dikasi izin keluar sama ayah. Mereka sungguh baik bee. Kami berbagi cerita.  Mungkin karena aku sempat tinggal di rumah mereka ketika bayi dulu dan kata ayah mereka memang sangat mengharapkan adik perempuan. Dan ketika aku lahir, abang yang kedua sangat antusias menyambut kehadiranku. Foto-foto di album kenangan juga menyimpan momen masa kecil sampai remaja. Yang terakhir diambil ketika resepsi pernikahan mereka. Aku tetap menghiasi album kenangan. Semoga selamanya juga menghiasi hati mereka.
    Aku ikut sibuk ketika mempersiapkan pernikahan mereka. Jadi teringat satu hari sebelum pernikahan abang yang kedua. Sorenya kami makan bakso berdua, melepas masa lajang. Itulah abangku. Dia orangnya asyik. “Masak abang disuruh diam di rumah, mana mau abang, enakan kita makan bakso aja ya Ka.” Ujarnya padaku. Aku pun tersenyum. “Okelah bang, ide yang bagus itu.” jawabku. Malamnya dia menyuruhku untuk memaskerin wajahnya. Apa gunanya masker satu hari. Walau begitu kuturuti kemauannya. Banyak kenangan indah bersama mereka.
    Abangku yang tertua asyik diajak ngobrol tentang kuliah dan pengalamannya di kampus. Dia mengajak kekasihnya ke rumah kami sebelum ke rumah orangtuanya sendiri. Ternyata kakak itu gokil. Kalau istri abang kedua, pendiam dan asyik kalau kita ajak ngobrol. Abang yang kedua juga gokil, bersemangat dan pekerja keras. Kami adalah keluarga gokil. Kakak tertua, keibuan dan wanita tangguh. Dia seorang perawat yang penuh dedikasi. Semangat belajar sangat tinggi, banyak koleksi buku yang sering kupinjam. Hehehehe. Mumpung gratis dan belum banyak kocek untuk membelinya. Mereka semua suka memberi. Apapun itu. semangat, motivasi, dukungan dan hadiah. Mereka pernah memberi hadiah ketika aku lulus di PTN, wisuda, sweet seventeen dan di momen-momen lainnya. Hadiahnya bisa berupa benda dan uang.
    Kini, mereka punya tanggung jawab yang besar. Mereka mapan dan punya kehidupan yang layak. Kapan aku bisa seperti mereka ya bee??? Dewasa dan mapan plus matang. Apaan sih??? Ora ngerti.
    Mereka selalu kecarian aku bee, terbukti kalau ada arisan atau acara keluarga, aku dicariin dan di-sms untuk datang satu hari sebelum hari H. Untuk bantu-bantu masak dan sebagainya. Tapi, aku senang bee, hanya itu yang bisa kuberikan pada mereka. Kadang aku tak sempat karena ada agenda penting. Aku belum bisa beli baju untuk anak mereka. Maklumlah bee, penghasilanku hanya cukup untuk lepas ongkos setiap hari, untuk beli pulsa ponsel dan modem juga jajan sesekali, itupun kalau diajak para sahabat jalan bareng.
    Bersabarlah ayah, ibu dan semua orang yang kusayangi, mungkin benda mewah dan mahal belum bisa kuberikan, tapi percayalah sayangku terhadap kalian takkan pudar, walau terkadang cara pandang dan keputusan kita berbeda. Karena kalian bagian hidup yang tak terpisah dari diriku. Doaku mengalir untuk kalian, orang-orang yang kusayangi karena Allah. Ijinkan hamba ya Rabb membahagiakan mereka dan melihat senyum mengembang dari wajah ceria meraka.

08:00 Pm
My bee, malam ini aku ingin membuat soal ujian mid anak-anak. Malam ini aku mau konsentrasi menyelesaikan tugasku itu. Sebelum aku memulai, aku ingin mengunjungi kampung semangka dan memberi like di beberapa postingan.
Semangkaaaaaaaaaaaa (bakalan lembur) ^_^


23 September 2011_MengagumiMu_my little room 11:00 Pm

Satu fakta lagi yang membuat aku bertasbih padaNya. Aku sungguh mengagumi ciptaanMu. Aku menangis lagi. Hal yang sama terjadi saat aku mendengar fakta itu. Perasaan apa ini ya Rabb??? Mengapa ini terjadi padaku?!! Lemahkah aku??? Badanku bergetar dan jantungku berdegup kencang. Apa-apaan ini?! Selalu begini, kalau aku sedang mengadu atas ketidakberdayaanku. Ya Rabbi......

Satu harian semalam, aku tak ol, my bluish pun tak kusentuh sedikitpun. Bukan karena aku marah padanya, tapi karena letih. Ya. Letih. Sepulang kerja aku sangat pusing lalu kubawa tidur. Selesai berbuka dan menunggu waktu isya, kupergunakan untuk tilawah. Selesai isya aku berusaha mengulang kaji, tapi badanku sepertinya tak mau diajak kompromi. Akhirnya ia kurebahkan.

Malam ini, aku hanya ingin menulis tanpa ol. Ketika di musala tadi, aku sudah janji membuat puisi singkat buat kakakku yang sedang berulang tahun, makanya aku meluncur ke dunia maya. Aku agak kesal karena terlambat mengucapkannya. Karena ia seorang akhwat yang selalu berusaha istiqomah dan sabar menghadapi kami, adik-adiknya, plus setia di dunia ads. Wow, notification sudah banyak. Pastinya dari WR dan ada beberapa pesan di inbox. Kubaca satu persatu dan kubalas sebisa mungkin. Eh, tiba-tiba Mbak Yazmin memanggilku ke balai desa untuk ikutan bedah cerpen malam ini. Karena pikiranku melayang-layang, aku hanya menyimak dan berusaha membaca tanpa mendalaminya. Teringatlah, belum membuat puisi. Segera kuputar nasyid agar dapat ide.

Pas dan manis. Itu menurutku. Segera ku-posting dan mentioned ke fb kakak itu. Sepuluh menit kemudian ada peri unguku yang mengaminkan  doa yang kupanjatkan lalu kakak itu memberi komen, sepertinya ia senang. Senang rasanya bisa membuat orang tersenyum di saat diri ini lagi “resah tiada bertepi”. Sepotong bait yang kuambil dari lagu edcoustic yang judulnya sendiri menyepi. Lagu favoritku. Kadang lebih dari sepuluh kali kuputar. Ya. Aku ingin menyendiri sekarang. Bisakah aku bersembunyi??? Aku ingin berjalan tanpa dilihat orang lain. Seandainya punya jubah hilang milik Harry Potter. Itu loh jubah peninggalan dari ayahnya.

Aku tersenyum melihat postingan dari peri unguku, dia menyukai note dan gambar dua hati berwarna pink yang dibalut pita ungu. Ia menjadikannya sebagai profile picture fb-nya. Aku jadi terhibur. Oh my honey sister. Do u know my feeling now??? Maafkan aku tak bisa hadir semalam ketika kau membutuhkan pundak. Aku juga tertawa melihat postinganmu yang mengabarkan PP kita lagi di kampung yang sinyalnya mandet. Aku kira dia lagi ada masalah dan juga sedang bersembunyi. Hal yang ingin kulakukan. Ternyata tidak. Si PP malah asyik menjadi panitia kakaknya yang merit. Oalah, semoga pulang dengan selamat dan memberi api semangat di balai desa.

Rabbi, hanya kau yang tahu apa mauku. My bee, kau juga yang tahu bagaimana kondisi perasaanku sekarang. Diammu menjadi kesetiaan yang luar biasa padaku. Layarmu yang lebar bisa memantauku dengan jelas, betapa lemah diri ini >’<

Rabbi, pleaseeeeeeeeeee jangan tinggalkan aku, walau aku terjerat oleh penjerat tajam sekalipun. Atau singkirkan semua jerat itu!!! Aku tak mau menggoyahkan garda ini sebelum waktunya. Tidak!!! Aku pasti bisa!!! Ada Kau disisiku.


22 September 2011_Tanda cinta buat peri unguku_my little room 12:21 Am

Peri unguku apa yang harus kukatakan lagi padamu
Bahwa cinta ini sudah merasuki jiwaku
Tahukah engkau? Mungkin kita memiliki persamaan.
Terkadang suka error. Xixixixixi
Malam ini aku membaca buku harianmu, ya Rabb, hatiku bergetar.
Kita terkadang sering kali terjebak dalam situasi bad mood. Tidur adalah jurus ampuh untuk menghilangkannya. Atau diam sambil melototi my bluish (sebutan si lepi). Kasian dia mbak, jadi korban amarahku. Xixixixixi. Tahukah engkau mbak, aku bersyukur bisa mengenalmu dan kepada PP kuucapkan terima kasih karena mencampakkanku ke kampung semangka (wr 02).
Peri unguku, senang rasanya namaku tercantum di ruang ungu hatimu (RUH), jika kau letih, kau segera bangkit dan menuangkannya ke dalam tulisan penggugah semangat. Hal itu seperti pil penenang buatku. Aku banyak belajar ketegaran darimu. Duhai peri unguku, kata-kata yang kau torehkan di BBHB dan note di kampung  semangka kita, membiru di hatiku. Dengan membacanya aku seperti berinteraksi langsung di hadapanmu. Ingin rasanya aku memelukmu dan mengusap air matamu ketika engkau sedang rapuh. Bertahanlah disana, kembalilah dengan membawa senyuman dan tentunya oleh-oleh. Hehehehehe. Aku ingin melukis ungumu dan unguku di langit jingga. Agar awan ikut mendo’akan tali ukhuwah ini terus tersimpul padu. Be a real Muslimah dimanapun engkau berpijak. Keep fighting my sista ^_^


21 September 2011_Mari Berdo’a_my little room

Pagi tadi, akhirnya orang tua dari Si A datang untuk menemui Ustad. Setelah melakukan perundingan. Al hasil si anak menangis dan berjanji tidak melakukan kesalahannya lagi. Sang Ibu juga menangis melihat kondisi anaknya yang terkadang lepas kendali. Berbeda jauh dari adiknya yang juga satu sekolah. Mereka bagai siang dan malam. Bagai bumi dan langit. A si abangan yang memiliki emosi tinggi sedangkan adiknya, baik budi. Di kelas adiknya sangat menuruti kata-kataku, sedangkan si A malah tak mengindahkan perintahku. Melihat air matanya yang mengucur, kami pun tak sanggup untuk menyuruhnya keluar dari sekolah. Biarlah kami yang harus tetap bersabar menghadapi anak sepertinya. Ustad memberi peringatan hanya sebagai penggertak agar dia tak mengulangi sikap kurang ajarnya semalam. Dia akan diskors selama satu minggu dan mengganti white board yang retak kalau memperlihatkan sinyal-sinyal menggeliat alias susah diatur. Karena orang tuanya sempat memindahkannya ke
sekolah lain. Hanya satu hari, tapi mereka tak betah dan balik lagi.

Anak-anak dipulangkan lebih cepat karena ada rapat supervisi dengan Ustad. Sembari mengevaluasi kinerja, meng_update hal-hal yang berkembang, kami juga mendapat siraman rohani. Aku dan mungkin yang lain sepakat, masukan Ustad tadi membawa angin sejuk ke dalam qalbu yang hampir memanas akibat segala permasalahan dan kondisi iman yang terkadang tak stabil.

Surga itu mahal! Jadi kita harus membeli tiket itu dengan amalan yang ikhlas. Sekaya apapun kau sekarang, bahkan jika bumi dan isinya ini milikmu, kenikmatan itu hanya satu persen!!! Sedangkan yang sembilan puluh sembilan persen lagi bisa kau jumpai di surga!!! Nikmat yang paling nikmat adalah bisa manatap wajah Rabbmu. Deg! Aku seperti tertonjok. Padahal masuk nominasi atau lulus seleksi berkas perlombaan saja sudah merupakan nikmat yang luar biasa, menurutku. Ternyata itu belum ada apa-apanya.

Tetap bertahan dalam kondisi apapun, walau itu tidak membuatmu merasa enak atau bahkan hampir stress dibuatnya!! Percayalah, itu yang mengantarkanmu ke surga. Contohnya, orangtua yang sabar menghadapi anaknya yang nakal. Tetap mendoakannya walau dia tidak mengingat kita sekalipun. Gayus dan Nazaruddin yang bisa melanglang buana ke luar negeri sementara kita tersendat-sendat bahkan terpleset untuk bertahan hidup. Betapa banyak kasus kecil menjadi besar dan kasus besar dikecilkan bahkan dimusnahkan. Sungguh tidak adil!!! Bahkan ketika Nabi Muhammad di boikot oleh kaum Qurais. Itu semua adalah hal yang tidak mengenakkan ketika hidup di dunia. Namun semua bisa dilampaui jika menggunakan mata hati dan keimanan yang kokoh.

Percaya!!! Allah selalu bersama pada hambanya yang sabar. Kalau sebagian orang mengatakan, “kesabaran itu ada batasnya.” Itu salah!!! Sabar tak bertepi. Luas. Walau secara realitas dan logika mengiyakan, takkan bisa mengalahkan keyakinan hati. Cukup Allah saja pelindungku! Menempatkan Allah dalam setiap gerakan, di segala situasi dan kondisi. MenghadirkanNya di dalam aliran darahmu. Di setiap hembusan napasmu. Dia satu-satunya. Tak ada yang lain. Maka sabar itu akan engkau peroleh.

Berdoalah. Ingatlah dia. Maka hatimu akan menjadi tenang. Seperti yang kulakuan saat ini. Ada gejolak yang sedang bertarung dalam batinku. Yang terkadang membuatku letih bahkan berontak. Ingin berteriak agar dia pergi. Pergi dan tak perlu kembali! Hanya Allah peganganku. Aku takut kalau aku terlepas dari genggamanNya. Biarlah seperti ini. aku menikmatinya. Aku percaya, Dia mendengar doa-doaku. Allah mendengar setiap bait doaku. Dia menghiburku dengan sesuatu yang terkadang tercetus dalam hatiku bahkan yang di luar perkiraanku. Langsung dan saat aku memintanya. Namun ada doaku yang disimpanNya, untuk membuatku terus berusaha, menghambakan diri, memantapkan hati, yang akan membuatku jauh lebih baik suatu hari nanti. Agar suatu saat doa-doa itu mengalir deras ke dalam timbangan kebaikanku yang kalah oleh timbangan keburukanku. Dan aku dapat merasakan nikmat yang sesungguhnya.

Semua manusia memakai topeng! Mungkin aku bisa menunjukkan sikap bahagia atau tersenyum manis di depan sahabat-sahabatku namun aku tak bisa menyembunyikan perasaan dari Tuhanku.

“Lihatlah lebih dekat saudara kita agar tidak menerka isi hatinya. Bila tiada dapat menjadi teman baiknya, jadilah saudara yang selalu mendoakannya, karena kita tiada tahu isi hati manusia.” (Maidany_dua wajah)


20 September 2011_Cenat Cenut_my little room_10:17 Pm
Ingin pulang cepat sampai ke rumah. Padahal baru lima menit aku sampai di tempat kerjaku.

Jam istirahat, aku melihat jam dinding di kantor, terasa lambat jarum-jarum itu bergerak. Aku ingin ia menunjukkan pukul 2 dengan segera.

Aha.... ini hal yang kutunggu waktu pulang telah tiba, namun kutunda keinginanku untuk sampai ke rumah. Siang ini harus mentransfer uang ke bank untuk pemesanan buku dan ke kawasan kampus USU untuk mengambil sertifikat adik-adik ski smanlie sebagai peserta di seminar motivasi pelajar dan pemenang di acara perlombaan Ramadahan Expo 1432 H yang diadakan oleh My Club Juli-Agustus 2011. Tim SKI SMAN 5 Medan memborong piala Juara II Cerdas Cermat dan Juara I untuk Nasyid Group, Teater, Pidato, Puisi, Mading. Aku sebagai alumni ikut senang atas prestasi yang mereka peroleh. Masuk nominasi saja sudah mantap menurutku. Padahal kami tak mengharap juara dan tak menyangka jadi juara. Hanya ingin ikut berpartisipasi. Waktu latihan dan persiapan mereka pun tidak banyak karena bertepatan dengan pesantren kilat di sekolah yang membutuhkan tenaga extra dari setiap panitia, pengurus dan instruktur. Namun hasilnya sangat memuaskan. Saat puncak acara tepatnya 17 Agustus
2011 di Taman Budaya Sumatera Utara tibalah saat pengumuman. Suara riuh nan meriah mengisi aula oleh teriakan kami. Semua terpukau oleh kekompakan dan kebahagiaan kami.

Aku tiba di rumah saat ashar. Sangat gerah. Badan beraroma matahari. Aku segera mandi untuk menyejukkan diri. Salat lalu bercengkrama with my bluish tersayang, sebutan untuk laptopku. Aku berselancar ke dunia maya. Hal yang pertama kubuka adalah fb dan tentunya langsung masuk ke kampung semangka. Padahal notification dari grup lain berjibun, namun tak kuhiraukan. Hatiku sudah tertancap dalam di WR dan kampung semangka. Hanya sebentar dan kalau ada hal yang benar-benar mendesak baru loncat ke grup tersebut.He ^_^

Badanku yang letih akibat kejadian tadi pagi. Mengingatnya saja aku malas. Bisa membuat kepalaku pusing lagi. Tapi. Tunggu. Harus kuungkapkan agar tak membuatku struk. He, he, he. Dia, sebut saja si A membuat onar lagi di sekolah. Walau masih SD badannya yang besar tak bisa kukendalikan kalau sedang mengamuk. Tadi pagi jadwal ulangan harian, dia merajuk karena kubilang harus dikerjakan sendiri. Karena selama ini dia datang ke depan, duduk di sampingku dan meminta aku mengajarinya. Eh, dia malah menangis. Aku membiarkannya mewarnai bukunya. Tiba-tiba dia seperti orang kebingungan, kudekati dan kutanya. Ternyata uang jajannya sebesar lima ribu rupiah hilang.

Aku ikut mencari dan menyuruhnya untuk mengingat kembali. Dia yang masih memiliki emosi labil langsung mengamuk, membanting kursi, pintu, memukul white board sampai retak karena teman-teman dari kelas 4 melihat dia dari depan pintu. Mereka tak ada maksud mengejek, hanya penasaran kenapa ada teriakan. Ustad langsung tiba di kelas. Kelas 5 bersebelahan dengan ruang kepsek makanya Ustad mendengar hempasan pintu. Emosinya memuncak sambil memaki anak-anak kelas 4. Kutarik dia agar tak leluar. Ustad mencoba menenangkan Si A ini. Aku beralih ke kelas sebelah untuk menyuruh mereka masuk dan memberi mereka wejangan untuk diam.

Aku masuk lagi ke kelas 5, ternyata malah lebih parah, dia berani memplototi Ustad dan melawan alias menjawab, mengata-ngatain Ustad dengan bentakan keras dan kasar. Si A bilang dengan lantang, “Bapak Gak pantas jadi kepsek!!!” Ya Rabbi. Ni anak, belajar dari mana ya. Masyaallah. Aku lemas dan mencoba menenangkan diri sendiri. Padahal semua yang ada disini berusaha mengajarkan aqidah yang benar. Sebelumnya aku sudah diwanti-wanti wali kelasnya kalau Si A ini memang agak berbeda, jadi harap bersabar tingkat tinggi.

Ustad lalu memerintahkanku untuk menelepon orang tuanya biar dijemput pulang. Lalu Ustad kembali ke ruangannya. Al hasil aku berhadapan dengan seonggok daging yang memanas akibat  pemanasan global. Beristighfar dalam hati. Datangla sosok yang disegani oleh semua para siswa. Si A langsung terdiam. Mungkin takut. Mu’alim tersebut mencoba menenangkan dan berkomunikasi sama si anak. Alhamdulillah dia sudah bisa dikendalikan. Bayangkan. Sama kepsek dia berani, dengan Mu’alim ini dia tak berkutik. Situasi sudah mulai mereda. Aku tetap memantau anak-anak. Tiba-tiba dia mengambil buku tulis dan mau mencatat soal yang ada di white board yang telah merekah akibat pukulan keras darinya.

Aku menarik napas dan mulai berdendang. “Abang, sini duduk dekat Mu’allimah. Sini Nak. Nanti Mu’allimah kasitahu jalannya. ” Sambil menepuk lantai yang ada disampingku. Dia pun datang mendekatiku. Aku mengelus punggungnya dan kepalanya dengan lembut. Basah. Akibat ekspresinya yang berlebihan tadi. Kubiarkan dia menulis sambil tiduran di lantai agar nyaman dan adem. Allah masih sudi memberi kesabaran level tinggi padaku, alhamdulillah, tadi dalam kondisi berpuasa, kalau tidak, Si A bisa mendorongku dengan kuat atau membantingkan kursi itu ke arahku. Tapi tak jadi.

Dia senang mengerjakan soal, tapi emosinya itu yang buat panas naik ke ubun-ubun. Kepala nyut-nyutan sampai berdengung ke telinga. Wali kelasnya pernah bercerita padaku, kalau dia hampir mau loncat dari lantai kedua. Bayangkan kawan!

Alhamdulillah, dia menyelesaikan soal walau dengan perlahan dengan arahanku. Padahal ini adalah ulangan harian! Semua temannya juga meminta arahanku. Dengan senyum dan nada yang agak mendayu kuberikan arahan satu persatu.

Pusing kepalaku. Oyong. Tapi kutegakkan kepala untuk terus berada disampingnya. Bel istirahat kedua berbunyi. Temannya yang lain sudah berada di masjid untuk salat zuhur. Sedangkan dia mau memulai makan siang. Kuijinkan. Agar tak ada masalah lagi.

Di les terakhir, tenagaku sudah mulai menurun, tapi harus masuk untuk menyelesaikan tugas. Untuk di kelas 4 ini ,tak ada yang separah dia, walau semua punya hobi teriak, lari sana, lari sini. Wajah-wajah lugu mereka yang membuatku masih bertahan. Kuselipkan nama Si A dalam do’aku agar kelak tak membuat masalah lagi. Aku masih berharap, suatu saat dia menjadi anak soleh dan jadi teman karib dari Si B, teman yang sering diajaknya berduel.

Itulah kawan, hari-hariku yang penuh tawa, tangis, keringat, teriak, muka bengong, keantusiasan, semangat, kegerahan dan kelucuan serta kepolosan dari mereka. Jadi teringat. Si A pernah bertanya hal yang seharusnya belum pantas ditanyakan oleh seorang anak SD. Dunia sudah sangat kritis rupanya!
Saat itu suasana hatinya lagi adem. Makanya aman terkendali. Pertanyaannya adalah “Kalau bayi keluarnya dari mana mu’allimah???” padahal saat itu membahas sistem pencernaan. Segera kualihkan dengan “Nanti ada bab khusus untuk mempelajarinya, sekarang fokus sama saluran pencernaan dulu ya! Siapa yang tahu penyebab penyakit diare???” Mereka pun semangat menjawab pertanyaanku dengan tunjuk asbes.

Kantuk menyelimuti mataku. Aku terbuai dan membiarkan my bluish menyala dan fb-ku masih on line. Beduk magrib tak terdengar. Ibuku memanggil namaku. Tersentaklah aku lalu menuju meja makan. Dengan segelas teh manis aku pun berbuka. Sepotong pisang goreng membuat berbuka semakin nikmat. Selesai salat magrib, aku makan malam dengan ayah, ibu dan adik lalu bersiap untuk salat isya.

Malam ini, walau kondisi badan kurang fit, aku tetap mau melanjutkan naskah walau hanya satu kalimat, tapi BBHB hari ini mantap tenan bisa full. Semoga aku tak ketinggalan deadline. Bisa mengirim tepat pada waktunya. Aku mau fokus untuk tiga lomba saja dulu. Karena tugasku juga ada di luar dunia penulis.  Semoga semua dapat diselesaikan dengan baik. Perencanaan yang baik bisa membuatmu sukses, kata PP Jon, plus menurutku yang paling penting harus fokus. Konsentrasi!!!! Semoga dapat menghasilkan karya yang memukau di dunia nyata dan maya, walau perlahan, tersendat, terjerat, terpleset namun hatiku sudah kekeh di dunia penulis dan akan terus berusaha di tengah kebimbangan dan pandangan sepele dari orang lain. Inilah aku dengan segala kekurangan. Semangka!!! (Semangat karena Allah)


19 September 2011_Edisi Melow_11:30 Pm_my little room_Rainy

Meng_update segala info dan program terbaru di kampung semangka. Berbalas salam dan saling menguatkan plus berbagi semangka di kampung semangka. Rasa letih dan kesal yang melanda diriku tadi pagi akibat anak-anak mengulah jadi hilang seketika. Itulah uniknya kampung semangka. Kondisi down menjadi bangkit kembali. Jika tak mengunjungi satu hari ada perasaan rindu yang bersemi di hati.

Mau tidur sampai larut malam, mengerjakan tugas, membuat soal-soal ulangan harian untuk besok. Melanjutkan naskahku. Dan masih memutar memori untuk FF narsisku. Sambil mendengarkan lagu Maidany Nasheed with song “Kaca yang Berdebu and Dua Wajah”. Nice song. Lanjut Sendiri Menyepi, Cinta Berkawan, Aku Ingin Mencintaimu, Romantic song. Sepotong episode_Edcoustic. Friendly song. Next Ost Naruto_Yellow Moon. Seamo_My Answer. Energetic song. Insyaallah and Thank U Allah_Maher Zain. Hopefully song. The Chosen One_lovely song.

Membaca FF Love true story milik pp rasanya hal seperti itu lumrah tuk dipertanyakan di setiap pertemuan, situasi dan kondisi apapun. Tidak disana. Tidak disini. Itu...... saja yang diomongin. Sempat bosen bahasnya, tapi tak dipungkiri sempat membuat pipi merona merah bak buah apel yang ranum ketika disindir tentang hal tersebut oleh para sahabat.

Berharap ia datang pada waktu, tempat dan orang yang tepat plus pada jalur yang syar’i tentunya!!!! Satu fikrah. Satu visi dan misi. Satu tujuan hidup. Konsisten di jalanNya sampai akhir hayat. Satu yang kusuka dari film twilight saga. Seperti Bella. Akulah orang yang selama ini dicarinya. Dia juga orang yang selama ini aku dambakan dan hanya ada aku dan dia di dalam satu perisai cinta.  Mencintai untuk saling melengkapi ^_^


18 September 2011_ Hatiku terbagi ke empat tempat 

Pagi ini aku bingung menentukan jadwal. Mana yang harus didahului dan diprioritaskan. Hatiku terbagi ke empat tempat. Keempatnya sama pentingnya dan telah menyatu dalam jiwaku. Yang terealisasikan hanya kedua tempat. Setelah memikirkannya dari tadi malam, kuputuskan menghadiri yang dahulu mengundang dan paling prioritas untuk diselesaikan. Pertama, akan menuju sman 5 dan yang kedua akan mengunjungi walimahan sohibahku.

Minggu pagi adalah saat beristirahat dan menikmati serial doraemon. Aku menikmati sarapan sambil nongkrong di depan tv. Aku sempat on line untuk menyapa dan berbagi semangat di kampung semangka. Lalu membantu ibu menyelesaikan menu makan siang. Ibu dan adik perempuanku pergi menjenguk kakak iparku. Sebenarnya ada kerinduan yang sangat mendalam untuk melihat keponakanku dan melihat kondisi si kakak yang telah melewati masa krisis pasca melahirkan, namun ada amanah yang hari ini harus diselesaikan. Dengan berat hati aku meminta izin untuk tidak bisa menemani ibu pergi.

Alhamdulillah. Amanah dapat diselesaikan. Tak terasa jam menunjukkan pukul 03:25 pm. Aku dan temanku menunggu sampai ashar tiba. Hujan membasahi bumi. Kami memutuskan untuk salat di  musala sman 5. Selesai salat, hujan tak reda. Malah semakin deras. Aku duduk di depan kelas sambil berdoa agar Allah menyampaikan niatku untuk menghadiri walimahan sohibahku. Hujan reda sekitar pukul lima sore. Kami pun segera meluncur ke lokasi. Dalam perjalanan aku teringat, bahwa hari ini bertepatan juga dengan acara halal bi halal yang diadakan my club. Hati juga ingin kesana. Tadi malam dan sampai pagi tadi inbox hp_ku berisi sms undangan dari mereka lebih dari sepuluh kali dari nomor yang berbeda. Semoga mereka dapat memakluminya. Karena kami berada dalam satu tujuan yang baik walau berbeda tempat.

Aku sampai di rumah saat azan magrib berkumandang. Sedikit letih, namun hati senang melihat kebahagiaan sohibahku. Di lain pihak juga merasa sedih karena sahabat karibku yang menemaniku undangan dan sama-sama bertugas, lagi dalam kondisi bad mood karena miss communication dengan sahabatku yang lain. Biasanya dalam perjalanan kami banyak cerita, tapi tadi dia hanya diam. Mungkin ditambah lagi dengan kondisi kesehatannya yang lagi menurun. Seharusnya selesai menjalankan amanah tadi dia bisa beristirahat, tapi dia setia menemaniku pergi undangan. Thanks my lovely friend ^_^

My little room_07:47 Pm


17 September 2011

Hari ini jadwal menjenguk kakak ipar ke rumah sakit tidak jadi. Karena beliau sudah pulang ke rumah Alhamdulillah. Beliau berjuang demi sang buah hati. Mengalami pendaharan pasca melahirkan. Sempat tranfusi darah. Dua kali masuk rumah sakit. Yang pertama aku sempat menjenguknya dan yang kedua kalinya tidak sempat. Ibu, sungguh besar pengorbananmu. Teringat langsung sama ibu sendiri. Apakah kelak aku bisa setegar beliau. Wanita adalah makhluk terhebat di dunia mengalahkan super hero manapun.
Jadwal menjenguk diganti menemani Ibu menghadiri undangan walimahan anak tetangga. Akhir-akhir ini aku sering menghadiri undangan. Paling sering pergi bareng dengan para sahabat. Inilah nasib jomblo selalu beramai-ramai. Selalu kunikmati pergi bersama mereka. Menikmati setiap pertemuan. Mumpung sebelum mereka diboyong suami masing-masing.

Pulang dari undangan, aku kegerahan karena cuaca terik. Bantal dan guling menyapaku dengan lembut. Alunan musik dari laptop membuat badan menjadi ringan. Kantuk tak terelakkan. Akhirnya aku terbuai nyaman.

Malam ini sambil menjadi host EDOS di balai desa WR bersama Mbak Anung, aku menorehkan kisahku di BBHB. Sekalian sambil chating sama seseorang yang buat geregetan. Geregetan akan sikapnya yang aneh bin puyeng.

Aku juga lagi menggali ruang hatiku mencari kata-kata terindah yang akan kurangkai menjadi puisi untuk kado di hari spesial salah satu sahabatku. Tepatnya besok, 18 september 2011. Bulan September, ada tiga sahabat karibku yang berulang tahun. Tanggal 4 kemaren, besok dan 22 nanti. Mereka takkan tergantikan dengan apapun. Apapun yang pernah kami rasakan, suka dan duka menjadi sesuatu yang istimewa dalam hidupku.
My little Room_10:04 Am


16 September 2011

Hari ini, tepatnya tadi pagi aku benar-benar merasakan pertolongan itu datang secara tak terduga. Seperti biasa, setiap pagi aku menggunakan jasa angkutan umum untuk menuju lokasi kerja. Ketika tempat yang kutuju hampir sampai, aku membuka dan hendak mengambil dompet. Betapa terkejutnya aku, dompetku tak kutemukan di dalam tas. Aku merogohnya dalam-dalam, membongkar semua isinya, namun tetap tak kujumpai. Aku berharap ada yang terselip di saku-saku tasku dan ternyata selembar pun tak ada. Aku memberanikan diri, meminjam ke orang lain. Adik itu memakai baju pramuka dan dia seorang muslimah. Dia sepertinya merasakan kegelisahanku dan dengan senyuman dia memberi uang sebesar lima ribu rupiah. Aku meminta nomor ponselnya dan akan berjanji akan membayarnya, namun adik itu menolak. Ya Rabb hari ini sangat Engkau permudah jalanku, semoga adik itu dipermudah juga urusannya dan semoga kalau kami berjumpa lagi agar dapat menjalin silaturahim ^_^


Sudah seminngu aku tak meng_update BBHB dan dua hari tidak berkunjung ke kampung WR dan kampung semangka tercinta. Rasanya ada kerinduan yang mendalam. On line via ponsel membuat dongkol karena sinyal yang rada lemot. Ketimbang senewon dan ambeyen akhirnya puasa fb. Secara, buka profil saja, loading-nya sampai 30 menit. Setelah amunisi modem terisi, segera log in fb. Subhanallah, notification lebih dari 100. Prioritas yang kubaca adalah info dari WR dan teman-teman yang tergabung dalam WR 02 tepatnya di kampung semangka. Hati ini sudah tertambat di WR padahal banyak yang nyapa di grup lain. Mereka tak kuhiraukan.

Tadi hampir mau nangis karena dokumen BBHB-ku tak kelihatan. Setelah mengobrak-abrik dokumen WR, betapa riang gembiranya hati ini. BBHB milik imuz nan imut masih bertahan. BBHB-ku tertutup oleh BBHB yang lain. Sungguh apresiasi yang tinggi dari warga WR. Malam ini rencananya aku mau melanjutkan menulis naskah novel dan mencari ide buat FF Narsis yang diadakan WR. Mengingat-ngingat momen dimana aku terjebak dalam situasi narsis. Sambil mendengar lagu dari Mas Maher Zein, Duo Edcoustic,Maidany Nasheed, Ost Naruto membuat suasana semangat, syahdu nan romantis yang membuka pikiran untuk membantu melanjutkan karya.

Hari ini aku senang karena berhasil membuat sahabat karibku tersenyum. Hari ini aku menyerahkan kado ulang tahunnya yang seharusnya diberi saat 4 September 201. Tapi karena masih suasana lebaran dan baru pulang mudik, aku tak sempat membelinya. Dua hari yang lalu, kusempatkan singgah ke toko buku langganan kami. Aku sempat bingung, mau beli baju atau sepatu kawatir dia tidak suka. Karena kami punya selera yang beda. Kami pernah mau beli gamis/gaun panjang. Aku lebih suka motif berbunga tapi dia malah suka yang polos. Sepatu, aku suka yang berpita dan ada mutiaranya serta sedikit bertumit, sedangkan dia suka yang tak banyak aseksoris yang menempel di sepatu dan tak suka yang bertumit. Walau terkadang kami menerima saran masing-masing saat berbelanja. Dia pernah juga membeli sepatu yang ada pita dan sedikit bertumit. Aku membeli sepatu yang belang-belang dan tak bertumit. Ada bagusnya juga saling memberi masukan, membuat variasi baru di hidupmu dan kau akan  merasakan sesuatu yang menyenangkan.

Teringatlah, saat Ramadhan kami membeli parfum untuk hadiah door prize untuk peserta pesantren kilat. Dia menunjukkan sebuah buku baru dan mengucapkan kata "kepengen" secara tak sadar.Buku itu berjudul "Mereka Yang Telah Pergi" by Abdullah Al'Aqil. Aku segera menangkap sinyal omongannya dan radar hati langsung meniatkan akan membelinya ketika ada rezeki lebih.

Setelah menimbang dan memutuskan, sepertinya pas momennya untuk membeli dan menjadikannya sebagai kado di hari ulang tahunnya. Sebenarnya aku telah memberi kado spesial pas di hari ultahnya. Sebuah puisi ringkas. Dia adalah sahabat terbaik yang dikirim Allah untuk selalu menguatkanku di kala sedih dan mengingatkanku di kala suka. Kami sama-sama berjuang demi mencapai cita dan cinta yang tentunya hanya demi Allah ta'ala. Hanya satu yang kumau, dia selalu sehat, tetap istiqomah dan ingin melihat senyumnya mengembang di saat waktu yang tepat, waktu yang dinantinya dan yang kunanti.

My little room, 12:10 Am

070911

Pagi tadi tepat pukul o6:00 aku mendapat penggilan cinta dari seseorang yang kusayangi. Ponsel miniku berdering melantunkan shalawat nabi. Segera kuraih dari balik bantal dan melihat layar monitornya. Betapa senangnya hati, kalau layar tersebut memantulkan nama Mbak WR Yully. Subhanallah, akhirnya si peri ungu muncul dihadapanku walau dalam bentuk suara lembut. Pertama seperti berbisik, ternyata baru tahulah aku bahwa si peri ungu terkena sakit tenggorokan, walau begitu dia masih mau meneleponku, jadi terharu :'). Obrolan yang asyik tiba-tiba terputus, ntah kenapa? Coba kusms tapi failed, ini kesekian kalinya diriku mengirim sms tapi selalu failed. Mau menelepon pulsa tak mencukupi, maklum kami terpisah benua ^_^. Salam hangatmu tadi membuat diriku menjadi semangat, kuharap dirimu disana juga merasakan hal yang sama denganku dan kuberdoa agar Sang Maha Peyembuh meniupkan obat mujarab ketubuhmu agar engkau kembali fit dan ceria kembali. Teruntuk mbak honeyq Yully Riswati


Pagi tadi tepat pukul o6:00 aku mendapat penggilan cinta dari seseorang yang kusayangi. Ponsel miniku berdering melantunkan shalawat nabi. Segera kuraih dari balik bantal dan melihat layar monitornya. Betapa senangnya hati, kalau layar tersebut memantulkan nama Mbak WR Yully. Subhanallah, akhirnya si peri ungu muncul dihadapanku walau dalam bentuk suara lembut. Pertama seperti berbisik, ternyata baru tahulah aku bahwa si peri ungu terkena sakit tenggorokan, walau begitu dia masih mau meneleponku, jadi terharu :'). Obrolan yang asyik tiba-tiba terputus, ntah kenapa? Coba kusms tapi failed, ini kesekian kalinya diriku mengirim sms tapi selalu failed. Mau menelepon pulsa tak mencukupi, maklum kami terpisah benua ^_^. Salam hangatmu tadi membuat diriku menjadi semangat, kuharap dirimu disana juga merasakan hal yang sama denganku dan kuberdoa agar Sang Maha Peyembuh meniupkan obat mujarab ketubuhmu agar engkau kembali fit dan ceria kembali. Teruntuk mbak honeyq Yully Riswati.