twitter

Tampilkan postingan dengan label Anung D'Lizta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anung D'Lizta. Tampilkan semua postingan

Hallo catatan putihku yang bersampul komputer tua setelah menunggu waktu akhirnya baru sempat hari ini aku ingin menuangkan secoret unekan dalam hati. Pertama aku bangga dengan pencapaian yang berhasil menuliskan dua buku yang semua selfpublising. Tapi masih banyak rasa yang ingin aku tambahin entah manis,kecut,pahit. Perjalanan akan seorang Anung D'Lizta juga semakin meluas sayapnya.  Teman yang paling sering ngobrol bareng lewat tlp kini jarang ada waktunya dengan kegiatan waktuku yang menulis dan alhamdulilah dia memahaminya.

Beberapa wawancara dari koran sekolah juga akau dapatkan dan menyunting kegiatan menulisku dan dengan bangganya aku sebutkan WR adalah tempatku belajar. Disusul dengan wawancara orang Singapura yang akan diposting dalam blognya. Majiaknku yang super aktif mendukung juga memiliki rasa suport yang begitu diluar dugaanku. Namun perasaan menyiut tumbuh dalam wajahku saat pertanyaan ''Sudah berapa banyak buku terjual?'' .Tentu saja saya tidak tahu karena buku di publis secara online dan data account dalam webnya masih kosong sedangkan yang sampai ditanganku sekitar ada 50 cetak. Haruskah aku berhenti menulis jika semua yang raih tidak menjadi bestseller?. Perasaan ini yang sekarang menjadi permainan.

Semangat menulis masih belum mati tapi saat ini yang kurasakan mulai melemah. Aku tetap berfikir optimis dan mencoba mengirim naskah novel ke sebuah penerbit.semoga akan aku ciptakan sesuatu yang baru dan menjadikanku sebagai seorang penulis yang diterima oleh masyarakat luar. Aku harus tetap bangga menjadi penulis selfpublising.

Anung D'Lizta


Baru saja aku mendapat teguran dari seorang teman karena aku klik ''like'' di FB teman yang Lesbian. Awalnya ku kira gosip itu hanya miring tapi ternyata benar kalau dia lesbian. Akhirnya terjadilah sok argumentasi. Bukannya aku mahu menang sendiri tapi apakah karena ku klik ''Like'' itu berarti aku mendukung orang yang lesbian tersebut?. Aku bukanlah orang yang fanatik ,tapi biarlah orang itu sadar sendiri akan sifatnya yang menyimpang dari agama toh dia sudah dewasa.

Kecerobohanku yang asal ''like-like'' status orang menyadarkanku dari harus berhati-hati membaca postingan orang. Kini biarkan yang berlalu menjadi teguran yang indah. Jika orang yang menegurku agamanya lebih kuat jika harus tahu dari sisi positif apa yang orang lakukan. Dan sekali lagi aku bukan sok alim bahkan sok keminter.
             
Inilah unek-unek sekalian juga untuk mengingatkan pada setiap orang untuk berhati-hati dengan status orang,jangan sampai hanya karena klik ''like'' berakibat fitnah. Dengan aku tegaskan lagi ,biarlah pribadi orang dia yang tanggung.

Anung D'Lizta