twitter


BBHB-Sundus Afifah
Air Oh Air

Sudah hampir dua bulan aku dan keluargaku merasakan sulitnya air, hujan yang tak turun –turun sejak bulan Ramadhan lalu membuat sumur di sekitar rumah kering tak mengeluarkan air sedikitpun hanya jam-jam tertentu menunggu lama untuk mendapatkan air.
Karena tak ada di rumah terpaksa untuk keperluan mandi dan kebutuhan lainnya yang berhubungan dengan air aku mengungsi ke rumah-rumah tetangga, Alhamdulillah aku diberikan rezeki dengan memilki tetangga- tetangga yang super – super baik. Karena tak enak harus menumpang terus ibu menyuruhku, kakak, serta adik – adikku untuk mengambil air di tempat kontrakan yang memeilki air sangat banyak.. tiap malam sesudah tarawih kami mengambil ember dan mengisinya sampai penuh ke dalam bak mandi.
Berakhirnya Ramadhan Alhamdulillah berakhir pula “Penderitaan” kami kekurangan air, karena ada tetangga yang mau membantu untuk menggeruk kembali sumur yang ada di dalam rumah, tapi itu tidak bertahan lama kawan, H+8 pasca lebaran air kembali sedikit parahnya tak hanya temaptku saja, tempat tetangga-tetanggaku pun sama air sudah semakin sedikit.
Tapi mudah-mudahan hal itu tidak berangsur lebih lama lagi karena saat aku menulis buku harian ini, saat diama didaerahku mengalami hujan besar pertama setelah sekian lama tak hujan. Air..oh Air engakaulah sumber kehidupan manusia. Hikmahnya Yuk mulai sekarang hemat Air..tanpa air manusi tidak bisa melakukan apa-apa…betul?


BBHB_Yully Riswati

15 September 2011
Sakit

Ruh, tak tahu kenapa seharian badanku lemas. Mengerjakan apa pun malas. Efek dari obat yang ku minum membuat ngantuk. Tekanan darahku menurun lagi. Sebal banget, padahal aku kan sudah berubah jadi Popeye si pemakan bayam.

Menjelang sore, kepalaku semakin berdenyut. Ditambah dengan gigi bungsu yang mendadak ngilu. Lengkap sudah penderitaanku, Ruh. Hiks… aku ingin pingsan saja rasanya, paling tidak biar melupakan sakit yang ku rasakan.

Ruh, aku seringkali dengar lagu yang mengatakan sakit gigi itu lebih baik dari sakit hati. Huh! Aku mau protes, Ruh. Ternyata sakit gigi itu lebih sakit dari sakit hati! Setidaknya itu yang ku rasa saat sakit gigiku.

Menjelang tengah malam, sakitku reda. Ketika aku bercerita padamu ini sambil senyum loh, Ruh… Hihihi… aku nggak jadi protes. Kenapa? Aku malu, Ruh. Biar bagaimana pun yang namanya sakit itu ya sakit. Kenapa mesti disbanding-bandingkan? Aku saja yang pikirannya eror.

Ada lagi, Ruh… Aku malu. Ternyata waktu kesakitan tadi, aku baru merasa dekat dan teramat dekat sekali dengan-NYA. Yang ada dalam hatiku hanya DIA. Aku ingin sekali berada dalam rengkuh-NYA. Ya, Tuhan…. Kenapa baru dalam keadaan sakit, hamba merasa dekat dengan-MU? Ampuni hamba-MU yang lemah ini….

Sungguh, Ruh… sakitku bukan hanya untuk mengujiku, tapi untuk mengingatkanku akan nikmat sehatku. Akan DIA yang memberiku segalanya…. Subhanallah… Alhamdulillah…

Ruang Ungu Hatiku
23:50Pm


15 September 2011
09.32 WIB

Pagiku hari ini kujalani sembari menambah bilangan jumlah Puasa Syawalku. Hari ini insyaallah akan bertambah jumlahnya menjadi 3. Walaupun santap sahur seadanya, aku harus bisa melanjutkan perjuangan ini. Tak perduli walau orang sekitarku menawariku sarapan nasi uduk lauk ayam goreng. Hhhmmm... pengen banget rasanya nyomot ayamnya secuil. Tapi hatiku yang baik menahannya. Yaa Allah beri hamba kekuatan untuk menunaikan Sunnah Nabi-MU ini.

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian mengiringinya dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka baginya seperti puasa setahun." (Al Hadits)