twitter


13 September 2011 (10:28 WIB)

Bukan Pertama

            Hal ini emang bukan yang pertama kurasakan perasaan ini. Tapi inilah yang kurasakan betapa penat kurasakan hidup ini. Walau setiap perbandingan dalam hidup pasti ada, pastinya ada orang lain lebih merasakan dari penat yang kurasakan. Hari ke-3 PPL di sekolah SMP Negeri 1 Kec. Binjai. Seperti hukum karma, sebab akibat.
            Mungkin Tuhan tidak akan membuat semuanya itu sia-sia belaka. Menjadi guru itu benar-benar mulia, apakah demikian? Walau dalam pengakuanku sendiri, belum yakin bakat guru itu ada padaku. Demi tekad berharap yang ada dikemauan. Di keluargaku harus ada sarjana. Waktu kerja diikuti kuliah, hal yang sulit untuk mengfokuskan pada salah satunya. Apakah yang terjadi?
            Masuk PPL, aku mulai menyadari betapa kemampuanku itu sungguh diragukan. Lihat saja, semua yang harus dikerjakan sebagai Guru Bimbingan Konseling semua samar di kepala. Apa yang sudah mulai kukuasai telah pergi tak kembali. Semua tahu, mungkin semua beranggapan itu sebuah alibi. Sungguh itu karena kemalasanku yang bernaïf untuk mengurainya menjadi semangat baru.
            Sekarnag harus mengejar semua program yang harus benar-benar ada sebagai guru BK. HARI ESOK, JADILAH SAKSI UNTUK KEBERHASILANKU!


Semangat Lagi


19.30 WIB.
Sebuah motivasi, selalu mampu membuat semangat tergerak. Menggelitik pikir, mendorong ingin, bagai menyulut ranting kering. Semangat sangat mudah terbakar oleh motivasi yang kuat. Namun, ternyata sangat sulit untuk dipertahankan agar tetap membara.

Seperti saat ini, aku duduk di kelas etika profesi. Pak Dosen membawakan materi dengan retorika semangat '45. Di tengah materi diselingi motivasi-motivasi untuk membangun mimpi. Motivasi ini bagai bom meledak di hatiku. Memaksa otak bergerak, memancing mimpi menjelma nyata. Tapi hatiku berbisik pula, sepertinya akan sulit untuk memelihara semangat ini. "Bagaimana cara untuk bisa mempertahankannya?"

"Jangan takut bermimpi"

Untuk memiliki sebuah impian mungkin mudah. Semua orang bisa dan bebas melakukannya. Namun merealisasikan impian menjadi nyata butuh usaha yang nyata pula. "Cara terbaik untuk mewujudkan impian kita adalah segera bangun, dan bekerja keras," begitulah motivator handal Indonesia, Mario teguh mengungkapkannya.

Tetap berusaha dan terus konsisten, ini yang harus aku lakukan. Mencoba belajar fokus dengan apa yang aku inginkan. Menuangkan perasaan dan pemikiran dalam sebuah tulisan. Ya, ini yang aku inginkan. Menjadikan tulisan sebagai sarana berbagi untuk banyak orang. Ini merupakan salah satu impianku di jajaran daftar mimpiku yang lainnya. Aku ingin belajar jujur dengan tulisan. Jujur dengan apa yang aku rasakan, ketahui dan pikirkan. Semoga aku bisa konsisten dengan ini. Bismillah.


Cikarang, 13 September 2011
WebRepOverall rating


Bukan buku harian biasa.

Kritik, Pro, dan Kontra.

Dear pena dan kertas...

    Kenapa ya nulis stat fb lebih menyenangkan ketimbang menulis panjang :D.
tiap beberapa menit sekali saya sering membuat status. Sering dikatain lebay malah.
tapi saya cuek aja. Sempat juga terjadi pro dan kontra mengenai status saya :D .
Ada yang bilang hiperbolis, ada yang bilang begituan kok diumbar ke publik.
lalu saya jawab; kalau anda tidak suka dengan status-status saya jangan dilihat,
jangan dibaca, boleh kok disetting privasi, biar anda tidak bisa melihat status saya
berenang di beranda anda. Dia pun mejawab, pernyataanmu seakan menyudutkan kamu tidak suka di kritik :p, saya jawab lagi, dan kami pun beradu argumen, akhirnya saya mengalah tidak membalas :D.


    jadi pro dan kontra dalam kehidupan itu wajar. ada konsekuensi dalam
pilihan yang kita ambil. tapi pembedaannya adalah bagaimana menyingkapinya.Tidak dipungkiri terkadang pro dan kontra tersebut adalah satu konsep yang menjatuhkan. Dan semua itu adalah perbedaan yang indah untuk dihargai.

    Sekapur sirih :
 mengutip dari Novel 5cm, by Dhonny Dhirgantoro, halaman 138 adalah; serius atau nggak serius, kita bisa menanggapi kritik bukan suatu serangan, tapi saran. Jangan pernah menganggap kritik itu suatu proses kemunduran/serangan. Kalau kita dikritik, buat cetak biru dipikiran kita. Kalau kritik itu adalah pengorbanan dari seseorang yang mungkin telah mengorbankan rasa nggak enaknya sama kita, entah sebagai seorang teman atau rekan kerja, semata-mata untuk apa? hanya untuk membuat diri kita lebih baik. Itu aja. 12/09/2011/ 11:47 Pm
Kamar mungilku